PT MWS; Nyatakan Sikapnya Kepada Pemerintah

PT MWS; Nyatakan Sikapnya Kepada Pemerintah

Pluit, Jakarta- Kabarindo- PT Muara Wisesa Samudra (MWS), hari ini, Kamis 21/04/2016 menyatakan sikapnya untuk senantiasa berkoorperatif dengan pemerintah terkait kebijakan Pemerintah Pusat yang mengeluarkan kebijakan mengenai moratorium atau penghentian sementara pengerjaan proyek reklamasi 17 pulau di teluk Jakarta.

Kebijakan ini diambil sebagai jalan keluar atas segala perdebatan yang muncul mengenai proyek ini. Selanjutnya, proyek reklamasi ini akan kembali dilanjutkan setelah pemerintah selesai melakukan evaluasi dan menyelaraskan segala peraturan serta proses perizinan yang dibutuhkan.

Assistant Vice President Public Relations & General Affairs PT Muara Wisesa Samudra Pramono mengatakan, PT Muara Wisesa Samudera (MWS) selaku salah satu pengembang yang ditunjuk oleh Pemprov DKI untuk ikut melakukan proyek ini, selama ini telah menjalankan aktivitas reklamasi dengan mengikuti ketentuan ketentuan yang diberikan oleh pemerintah. PT MWS juga telah memenuhi kewajiban yang dipersyaratkan serta memiliki perizinan normatif yang dibutuhkan.

”Kami telah menjalankan step by step sesuai dengan aturan dari pemerintah. Hal-hal terkait perizinan normatif yang diperlukan untuk memulai aktivitas reklamasi pulau juga telah kami penuhi,” tegas Pramono dalam konferensi persnya yang diadakan di salah satu rumah makan kawasan Pluit, Baywalk, Jakarta Utara.

Pramono menambahkan, PT MWS beritikad baik untuk menjalankan proyek reklamasi dari pemerintah. Terkait pernyataan dari Gubernur DKI Jakarta, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dan perwakilan dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) bahwa reklamasi teluk Jakarta akan dihentikan sementara, PT MWS akan mematuhi setiap ketentuan dari pemerintah. Saat ini, PT MWS sedang fokus untuk merapikan berbagai pekerjaan teknis dalam rangka penghentian sementara proyek reklamasi.

”Sekarang, kami sedang merapikan pekerjaan-pekerjaan teknis untuk menghentikan proyek ini sementara waktu," ujar Pramono kepada rekan-rekan media.

Sebagal informasi, pengerjaan proyek reklamasi pulau G dalam aktivitas pengurugan daratan baru sekitar 18%. Proses pelaksanaan reklamasi pulau akan memakan waktu yang lama. Ditambah dengan penghentian sementara, maka sudah tentu penyelesaian proyek ini akan memakan waktu lebih lama lagi dari yang seharusnya. Setelah pulau selesai dibuat, PT MWS baru akan melanjutkan ke tahap berikutnya.

"PT MWS akan mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh pemerintah dan akan terus kooperatif mengikuti segala arahan yang diberikan oleh pemerintah,” tutup Pramono memastikan hal tersebut untuk dilaksanakan oleh PT MWS.