PT KAI Terus Berbenah Demi Kepuasan; Wujudkan Kenyamanan Pelanggan

PT KAI Terus Berbenah Demi Kepuasan; Wujudkan Kenyamanan Pelanggan

Jakarta, Kabarindo- Tentu saja hingga layanan-layanan yang dirancang untuk mempermudah masyarakat mendapatkan tiket. 

Untuk layanan di stasiun misalnya, kini para calon penumpang dapat menggunakan toilet di area stasiun tanpa membayar alias gratis, kebersihan dan kerapihan area stasiun pun sudah lebih baik. Selain itu, untuk kenyamanan calon penumpang, sekarang stasiun-stasiun sudah memisahkan area merokok dan tak merokok. Hal ini juga dilakukan sebagai partisipasi PT KAI untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

 

Selain itu, untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan yang semakin terjamin, PT KAI telah menetapkan kebijakan boarding pass di area stasiun. Kini, tak semua orang dapat bebas memasuki area peron. Hanya mereka yang bertiket yang berhak memasuki area tersebut. Hal ini dilakukan PT KAI demi kenyamanan, ketertiban, dan keamanan calon penumpangnya. Sedangkan untuk kenyamanan penumpang di atas KA, PT KAI telah menetapkan beberapa kebijakan, diantaranya kapasitas okupasi 100% untuk KA seluruh kelas, tidak melayani tiket penumpang berdiri, larangan pedagang asongan dan merokok di atas KA. Dengan ditetapkannya aturan-aturan tersebut, kini naik KA ekonomi pun terasa nyaman dan aman.

 

Untuk memudahkan para calon penumpang mendapatkan tiket KA, beberapa peningkatan layanan juga telah dilakukan PT KAI. Mulai dari pembelian tiket yang dapat dilakukan 90 hari sebelum keberangkatan (H-90) untuk KA komersil (eksekutif, bisnis, dan ekonomi AC), hingga semakin banyak dan beragamnya akses pembelian tiket. Kini, selain di stasiun, untuk mendapatkan tiket KA komersial, masyarakat juga dapat membeli tiket melalui kantor pos, agen tiket resmi, Indomaret & Alfamart, atau dapat juga melalui layanan CIMB Click, Fastpay, Railcard & Railbox, dan memesan secara online lewat Contact Center 121. Sementara untuk KA ekonomi jarak jauh, saat ini sedang dalam proses perubahan sistem tiketing kelas ekonomi jarak jauh tahap ke-3. Dua tahap sebelumnya telah dilangsungkan pada 9 dan 15 Mei 2012, dan tahap terakhir akan menyusul pada 30 Mei 2012. Dengan adanya migrasi sistem tiketing ke sistem baru yang berbasis internet, mobile, dan terintegrasi dengan perbankan ini, nantinya calon penumpang KA ekonomi jarak jauh dimungkinkan untuk memesan tiket tak hanya H-7, namun bisa sampai H-90. Pembeliannya pun tak hanya melalui stasiun, tapi juga dapat dilakukan di kantor pos, agen, minimarket, Contact Center 121, dan sebagainya seperti halnya layanan pada KA komersil.

 

Sementara itu, dalam rangka memberantas praktek percaloan tiket KA, PT KAI telah menetapkan kebijakan penyertaan fotokopi identitas penumpang saat melakukan transaksi pembelian tiket KA. Nama dan nomor identitas penumpang yang tercantum di tiket harus sesuai dengan nama penumpang yang berangkat. Pencocokan data tersebut akan dilakukan di portir saat penumpang akan memasuki area peron dan akan dicek ulang di atas KA. Jika petugas portir atau saat pengecekan di atas KA mendapati nama dan nomor identitas yang tercantum di tiket tidak sama dengan nama dan nomor identitas penumpang yang berangkat, maka tiket akan dianggap hangus dan penumpang tidak diperbolehkan masuk ke area peron stasiun atau diturunkan dari KA. PT KAI juga sangat mengharapkan peran para penegak hukum dalam pemberantasan praktek percaloan tiket ini.

 

“Peraturan yang sudah ada dan kebijakan yang telah dilakukan PT KAI adalah untuk mempersempit ruang gerak calo. Namun tetap harus diimbangi dengan penegakan hukum. Perlu adanya penerapan sanksi tegas yang dapat memberikan efek jera bagi para calo tiket KA. Kami telah berkomitmen, jika terbukti ada pegawai yang terlibat dalam praktek percaloan, maka akan diberi sanksi tegas dari perusahaan,” ujar Manager Humas Daop 8, SRI WINARTO.

 

Setiap kebijakan PT KAI selama ini pada dasarnya dirumuskan untuk menciptakan kenyamanan, ketertiban, dan keamanan bagi calon penumpang. Namun, semua itu tak akan terwujud jika tak ada dukungan dari berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat. Oleh karena itu, pihak PT KAI berharap masyarakat secara umum dapat turut berpartisipasi mewujudkan kenyamanan, ketertiban, dan keamanan baik di lingkungan stasiun maupun di atas KA dengan cara mendukung kebijakan dan mematuhi peraturan yang ada dan kebijakan yang telah dilakukan PT KAI.