PT. KAI Tertibkan Tiket; Harus Sesuai Dengan Identitas

PT. KAI Tertibkan Tiket; Harus Sesuai Dengan Identitas

Jakarta, Kabarindo- Tentu saja dalam melakukan reservasi atau pembelian tiket KA, dengan satu tiket untuk satu penumpang.

Ketentuan reservasi tiket sendiri sebelumnya telah mengalami peningkatan. Kini reservasi untuk KA komersial (kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi AC) dapat dilakukan 90 hari sebelum keberangkatan (H-90) di pusat reservasi dan loket stasiun, kantor pos, agen-agen resmi, Indomaret, Alfamart, atau dapat juga melalui fasilitas Fastpay, CIMB Clicks, Railcard dan Railbox, dan secara online melalui Contact Center 121. Sedangkan untuk KA kelas ekonomi jarak jauh, tiket dapat dipesan tujuh hari sebelum keberangkatan (H-7) hanya di stasiun-stasiun online.

PT KAI kini juga telah menerapkan aturan boarding. Dalam aturan boarding ini, penumpang diijinkan masuk ke area peron stasiun 1 jam sebelum keberangkatan KA. Aturan ini dibuat untuk mengatur kepadatan penumpang di area peron stasiun sehingga ketertiban dan kenyamanan penumpang di area ini dapat terjaga. Pada saat boarding inilah nantinya akan ada pemeriksaan dari petugas portir di pintu masuk. Jika petugas mendapati nama pada tiket dan identitas penumpang berbeda, maka penumpang tidak diperbolehkan masuk ke dalam area peron stasiun. Hanya penumpang yang telah memiliki tiket yang sah atau menggunakan kartu pass khusus yang diperbolehkan masuk area peron stasiun. Setelah melewati pemeriksaan oleh portir di pintu masuk, penumpang juga harus memperlihatkan kartu identitasnya kepada kondektur pada saat pemeriksaan di atas kereta api. Jika ditemukan ketidaksesuaian antara nama pada tiket dengan kartu identitas, maka penumpang akan diturunkan pada stasiun terdekat.

Kartu identitas yang dimaksud di sini bukan hanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja, SIM, Passport dan KTA TNI/POLRI pun dapat digunakan. Bagi calon penumpang yang belum memiliki kartu identitas resmi, bisa menggunakan kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Sedangkan bagi penumpang anak-anak yang belum memiliki kartu identitas, cukup dituliskan namanya pada tiket. Kebijakan ini juga diberlakukan pada angkutan rombongan. Setiap anggota rombongan akan memegang tiket dengan nama yang tercetak sesuai identitas masing-masing peserta rombongan. Ketentuan ini berlaku untuk semua kelas di KA–KA jarak jauh dan jarak menengah dan akan diterapkan mulai tanggal 1 SEPTEMBER 2012.

Untuk mendukung penerapan aturan baru tersebut, saat ini PT KAI sedang melakukan sosialisasi kepada seluruh pengguna jasa dengan membiasakan mereka untuk melakukan reservasi atau pembelian tiket KA menggunakan identitas resmi dan memperlihatkan kartu identitasnya kepada petugas pada saat boarding maupun pemeriksaan di atas KA. Penetapan kebijakan ini pada intinya juga dilakukan untuk kepentingan pelanggan. Dengan adanya kesesuaian nama yang tercetak pada tiket KA dan kartu identitas, memudahkan penumpang untuk mengajukan klaim asuransi jika terjadi kecelakaan KA.

"Peraturan yang sudah ada dan kebijakan yang telah dilakukan PT KAI adalah untuk mempersempit ruang gerak calo. Namun tetap harus diimbangi dengan penegakan hukum. Perlu adanya penerapan sanksi tegas yang dapat memberikan efek jera bagi para calo tiket KA. Kami telah berkomitmen, jika terbukti ada pegawai yang terlibat dalam praktek percaloan, maka akan diberi sanksi tegas dari perusahaan,” tutur Manager Humas Daop 8, Sri Winarto.

Setiap kebijakan PT. KAI selama ini, pada dasarnya dirumuskan untuk menciptakan kenyamanan, ketertiban, dan keamanan bagi calon penumpang. Namun, semua itu tak akan terwujud jika tak ada dukungan dari berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat. Oleh karena itu, pihak PT. KAI berharap masyarakat secara umum dapat turut berpartisipasi mewujudkan kenyamanan, ketertiban, dan keamanan baik di lingkungan stasiun maupun di atas KA dengan cara mendukung kebijakan dan mematuhi peraturan yang ada serta kebijakan yang telah dilakukan PT. KAI.