PT KAI Rilis E-Kiosk; Layanan baru

PT KAI Rilis E-Kiosk; Layanan baru

Surabaya, Kabarindo- Kini masyarakat bisa memanfaatkan layanan baru dari PT KAI untuk memesan tiket melalui E Kiosk.

Asisten Manager Eksternal Humas Daop 8, Luqman Arif, menjelaskan fasilitas baru tersebut berupa vending machine pembelian tiket KA (electronic kiosk/e-kiosk) yang memudahkan calon penumpang untuk membeli tiket tanpa harus mengantri di loket.

Dengan E-Kiosk, calon penumpang cukup memilih tanggal perjalanan, stasiun asal, stasiun tujuan dan jumlah penumpang, serta menginput data berupa nama, nomor identitas dan nomor telepon penumpang yang akan berangkat. Input data dapat dilakukan melalui layar touch screen atau keyboard fisik di mesin E-Kiosk.Calon penumpang juga dapat memilih posisi tempat duduk di kereta.

Setelah menginput data, calon penumpang dapat langsung melakukan transaksi pembayaran melalui mesin ini. Metode pembayaran yang diterima antara lain tunai menggunakan uang pecahan Rp 2.000 sampai Rp 100.000, pembayaran dengan kartu debit jaringan Alto dan kartu T-Money dari Telkom.

Setelah proses pembayaran selesai, mesin E-Kiosk akan mengeluarkan struk tanda bukti pembayaran yang mencantumkan kode pemesanan/pembayaran tiket KA yang akan digunakan untuk mencetak tiket. Calon penumpang dapat mencetak tiket di fasilitas Cetak Tiket Mandiri (CTM) di stasiun atau menukarkan struk di loket penukaran untuk mendapatkan tiket.

Di Daop 8 Surabaya, tersedia 5 unit mesin E-Kiosk, masing-masing 2 unit di Stasiun Surabaya Gubeng, 2 unit di Surabaya Pasar Turi dan 1unit di Stasiun Malang. Nantinya jumlah unit E-Kiosk akan ditambah dan akan ditempatkan di stasiun besar lainnya.

“Pemesanan/pembelian tiket KA melalui E-Kiosk ini dapat dilakukan H-90 atau pada hari keberangkatan (go show), satu jam sebelum keberangkatan KA,” ujar Luqman pada Jumat (18/12/2015).

Ia menambahkan, masih tersedia tiket untuk angkutan Natal dan tahun baru 2016. Untuk keberangkatan KA di wilayah Daop 8 Surabaya pada 20 Desember 2015 sampai 5 Januari 2016, KA dengan tujuan Jakarta tersisa 30%, tujuan Solo, Yogyakarta, Bandung tersisa 40% dan tujuan Jember, Banyuwangi tersedia sekitar 45%.

“Animo masyarakat yang bepergian pada masa liburan Natal dan tahun baru ini cukup tinggi karena berbarengan dengan liburan sekolah,” ujar Luqman.