PPM Manajemen; Punya Nakhoda Baru

PPM Manajemen; Punya Nakhoda Baru

Menteng, Jakarta, Kabarindo- Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (PPM) pada tanggal 7 November 2016 kemarin melantik Bramantyo Djohanputro sebagai Direktur Eksekutif PPM Manajemen. Bramantyo Djohanputro menggantikan Martinus S.Rusli yang telah menjabat sebagai Direktur Eksekutif sejak 2015. Acara pelantikan dipimpin oleh Cosmas Batubara selaku Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan PPM di Kantor PPM, Jalan Menteng Raya, Jakarta.

Bramantyo Djohanputro dalam sambutannya menceritakan semangat lahirnya PPM 50 tahun silam.  PPM Manajemen lahir dari keprihatinan minimnya orang-orang Indonesia yang mampu mengelola sumber daya yang melimpah di tengah gejolak politik pada tahun 1967. Hampir setengah abad PPM Manajemen hadir di Indonesia. Beragam prestasi telah dicapai, yakni memberi berbagai sumbangan kepada masyarakat dalam bentuk mencetak para manajer yang berjiwa pemimpin.

“Buah tangan PPM Manajemen telah mewarnai seluruh bentuk institusi di Indonesia,” ujar Bramantyo.
 
PPM Manajemen dalam perjalanan panjangnya telah mendapatkan sambutan positif baik dari sektor sosial dan publik.

“Di sektor sosial berbagai lembaga, agama, Yayasan dan LSM ikut merasakan sentuhan PPM Manajemen dalam meningkatkan kompetensi SDM maupun meningkatkan kapabilitas organisasinya,” kata Bramantyo.

Sektor usaha kecil dan menengah serta koperasi pun tidak luput dari sentuhan PPM Manajemen.
 
Bramantyo berharap di usia PPM yang akan masuk usia emas di 2017, PPM Manajemen akan lebih memberikan konstribusi bagi Negara dan masyarakat Indonesia dengan melahirkan para manajer-manajer andal yang akan menjadi pemimpin sektor bisnis dan sektor publik.

Selain itu, PPM Manajemen juga akan meneruskan kiprahnya dalam membentuk para wirausaha yang mampu menggerakkan ekonomi melalui kreasi dan inovasi bisnis, inovasi produk, dan menjadikan Indonesia sebagai Negara produsen bukan Negara konsumen.
 
Sebagai lembaga yang terus tumbuh dan berkembang, Bramantyo menyampaikan PPM Manajemen akan terus melakukan rejuvenasi.

“Secara harfiah rejuvenasi dapat diartikan peremajaan atau pembaharuan,” kata Bramantyo.

Hal ini sejalan dengan filosofi jalan daun PPM Manajemen, dimana organisasi atau perusahaan yang berkembang harus mampu menumbuhkan daun-daun baru yaitu jenis usaha baru, sistem pengelolaan baru, cara pelayanan baru, atau sumber daya baru.
 
Dengan rejuvenasi inilah, maka PPM Manajemen akan terus dapat mendampingi mitranya untuk tumbuh dan berkembang menjadi organisasi dan pelaku ekonomi yang berharkat dan bermartabat.