PPK Sampoerna; Dorong UKM Sukses

PPK Sampoerna; Dorong UKM Sukses

Pasuruan, Kabarindo- PT HM Sampoerna Tbk memiliki Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) yang terletak di di Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Tempat ini didirikan di atas lahan seluas sekitar 10 hektar, merupakan pusat pembelajaran dan pelatihan terpadu untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha kecil di bidang agribisnis dan teknologi kejuruan tepat guna.

Manager CSR & Contributions PT HM Sampoerna Tbk., Taruli Aritonang, mengatakan pihaknya berkomitmen terhadap pengembangan kewirausahaan di tingkat lokal maupun nasional.

“PPK didirikan untuk melahirkan wirausaha tangguh yang andal dan berwawasan ke depan dengan melibatkan para pihak terkait,” ujarnya akhir pekan ini.

PPK Sampoerna memiliki sejumlah fasilitas dan para tenaga ahli dari perguruan tinggi untuk mendukung aktivitas di tempat ini guna memudahkan para peserta pelatihan. Fasilitas ini meliputi rumah kaca, ruang riset dan pelatihan untuk pengembangan produk makanan, area demo untuk sayur organik dan buah – buahan termasuk cabe super pedas, budidaya tanaman di vertikultur, peternakan kambing dan sapi, fasilitas pengolahan biogas, unit fermentasi air seni dan kompos serta area untuk inkubasi. Bahkan juga memiliki sarana untuk latihan SAR.

PPK Sampoerna bekerja sama dengan PT Primakelola Agribisnis Agroindustri, sebuah unit lembaga bisnis IPB, dalam pelaksanaan program pelatihan dan konsultasi bisnis serta pengembangan pasar.

PPK Sampoerna memiliki ribuan UKM binaan di seluruh Indonesia. Diantara UKM binaan di Jatim, terdapat 4 UKM yang telah mendapat pelatihan dana pengembangan usaha dan mulai sukses di kawasan Pasuruan.

Mereka adalah Willy Irawan, pengusaha miniatur vespa dan moge, Yasmanu, pengusaha pupuk cair dari bahan ramah lingkungan, Fitra perajin kain perca dan Emanuel Nawa Krisna, pengusaha kopi bubuk.

Mereka gembira telah mengikuti pelatihan yang bermanfaat dalam mengembangkan bisnis. Misalnya Willy yang awalnya hanya dapat menjual hasil kerajinan tangan melalui media online. Setelah dua tahun bergabung dengan PPK Sampoerna, hasil kerajinannya dikenal di seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.

“Kami para wirausaha mendapat motivasi, pengetahuan maupun ketrampilan. Kelompok UKM yang semula tidak bisa menjadi bisa dan menuai sukses,” ujarnya.

Yasmanu menambahkan, PPK Sampoerna membantu para petani agar dapat mengembangkan usaha melalui pelatihan ketrampilan yang sesuai dengan kemampuan masing – masing.

“Saya mulai aktif mengikuti program pelatihan pada 2008 untuk membuat sistem pertanian yang efisien dan efektif. Kini saya sudah dapat membuat pupuk hayati cair yang dapat membuat panen padi meningkat. Dulu tanah seperempat hektar menghasilkan panen maksimal 1,6 ton. Sekarang dengan pupuk cair, bisa panen mencapai 2 ton lebih,” paparnya.

Taruli berharap UKM – UKM lainnya akan bergabung untuk dibina agar dapat lebih meningkatkan kemampuan dan usaha.

“Kewirausahaan yang meningkat akan berdampak meningkatkan kesempatan kerja, sehingga mengurangi jumlah pengangguran. Hal ini juga akan berdampak pada naiknnya pendapatan per kapita, daya beli masyarakat dan tumbuhnya perekonomian secara nasional,” ujarnya.