PMI Rilis Aplikasi Android Kesiapsiagaan Bencana; Untuk Masyarakat

PMI Rilis Aplikasi Android Kesiapsiagaan Bencana; Untuk Masyarakat

Jakarta, Kabarindo- Palang Merah Indonesia (PMI) meluncurkan aplikasi Mass Rapid Assesment (MRA), yang merupakan aplikasi berbasis android yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagi informasi seputar bencana yang terjadi di wilayahnya kepada masyarakat yang lain.

Pengurus Pusat PMI, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, H. Sumarsono, secara resmi meluncurkan aplikasi ini sekaligus membuka lokakarya IT-Telekom dengan tema “Meningkatkan Ketahanan Masyarakat terhadap Bencana” di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/10).
Dalam acara peluncuran aplikasi ini, Sumarsono mengatakan, Indonesia merupakan wilayah ring of fire, banyak bencana alam yang disebabkan manusia atau alam itu sendiri di Indonesia. Segala macam bentuk bencana ada di Indonesia.
“Indonesia merupakan supermarket bencana, segala jenis bencana banyak dan sering terjadi, contoh nyata kejadian Tsunami 2004, bencana di Aceh merupakan salah satu bencana terbesar yang pernah melanda Indonesia,” jelas Sumarsono.
Lebih lanjut Sumarsono menekankan pentingnya masyarakat untuk selalu siap siaga atau waspada untuk selalu menghadapi bencana yang akan terjadi di masa yang datang, jadi dengan adanya aplikasi ini, sangat membantu masyarakat dalam hal pemanfaatan teknologi dalam hal kesiapsiagaan bencana.
“Masyarakat merupakan salah satu unsur langsung yang berhubungan dengan bencana. Dengan pemanfaatan teknologi ini, masyarakat dapat meningkatkan kapasitasnya secara pribadi maupun di dalam komunitas mereka berada.” Ungkapnya.
Aplikasi MRA sendiri bisa langsung diunduh oleh pengguna smartphone android dengan spesifikasi smartphone android 2.2 (Froyo) di dalam link berikut; https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ecc.dma
Terkait dengan MRA, masyarakat bisa saling berbagi informasi kepada masyarakat lain mengenai info terkini mengenai bencana yang terjadi di sekitar wilayahnya. PMI mengharapkan masyarakat dapat memiliki pengetahuan mengenai bencana dengan pemanfaatan teknologi, seperti masyarakat tahu nomor penting yang bisa dihubungi apabila terjadi situasi emergency seperti kebakaran atau banjir.