PMI Hibur Anak-anak Pengungsi Rokatenda; Awesome..........!

PMI Hibur Anak-anak Pengungsi Rokatenda; Awesome..........!

Jakarta, Kabarindo- Dampak meletusnya Gunung Rokatenda di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Sabtu lalu (10/8) yang mengakibatkan ratusan orang mengungsi termasuk anak-anak. Bekas kantor Bupati Sikka di Maumere menjadi tempat pengungsian dengan mendirikan pula 3 unit tenda peleton dihalamannya.

Palang Merah Indonesia (PMI) bersama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bekerjasama memberikan PSP (Psikososial Supporting Programme) bagi anak-anak yang ikut mengungsi di Maumere. Oktafianus Aryo Adityo, koordinator lapangan tim PMI menjelaskan bahwa setelah rapat koordinasi bersama pemerintah dan lembaga lain, PMI diberikan tugas untuk menangani trauma pada anak-anak pengungsi. “Dengan berbagai permainan ini, diharapkan anak-anak tidak mengalami trauma karena bencana,” tandasnya.

Data terakhir yang dihimpun tim PMI dilokasi pengungsian ini dihuni 603 jiwa yang didalamnya  ada 125 anak pengungsi dan 90% masih duduk dibangku sekolah. “Relawan PMI dan Anggota PMR (Palang Merah Remaja) untuk beberapa hari kedepan akan lakukan PSP bagi anak-anak dengan support dari BNPB,” imbuhnya.

Bone Fasus, seorang pengungsi Rokatenda asal pulau Palue menuturkan bahwa banyak anak-anak yang terpaksa tidak sekolah dan ikut mengungsi. Dengan diajak bermain oleh relawan PMI dapat menguatkan mental anak-anak. “Ini sangat positif dan bermanfaat, karena anak-anak jadi riang dan memupuk semangat dalam situasi seperti ini (bencana),” terangnya yang mengungsi bersama istri dan 2 anaknya.

Bernyanyi, bermain bola, dan berkelompok, menjadi metode pelaksanaan program PSP. “Senang dan asyik diajak main-main seperti ini,” ujar Leon, siswa kelas 4 SD dan Danti, siswa kelas 2 SD, serempak disela-sela bermain bersama di lapangan kota Maumere.

PMI saat ini sedang menyiapkan bantuan hygien kit dan selimut untuk pengungsi, serta menyiapkan shelter (penampungan) tambahan dan membantu dapur umum di Posko BPBD Kabupaten Sikka. Gunung api Rokatenda hingga kini masih mengeluarkan debu panas yang menyelimuti pulau itu.