PGN Gandeng Harian Kompas; Luncurkan Indeks Kota Cerdas Indonesia

PGN Gandeng Harian Kompas; Luncurkan Indeks Kota Cerdas Indonesia

Cenderawasih Room, JCC, Jakarta, Kabarindo- Indonesia punya Indeks Kota Cerdas Indonesia 2015.

Artinya dari rilis yang diterima redaksi, akan ada masukan tentang perlunya pengukuran dapat menjadi acuan bagi pemerintah khususnya, untuk mengambil keputusan dalam pelayanan kota dan mendorong perhatian lebih terhadap perkembangan kota agar tercipta pembangunan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Acara dibuka resmi oleh HM Jusuf Kalla selaku wapres RI di hadapan para walikota dan skpd terkait dengan kota cerdas. Menarik, tahun 2025 diperkirakan 57% penduduk Indonesia akan tinggal di kota.

Siapkan kota-kota di Indonesia mengantisipasinya melalui teknologi, tata kelola dan sumber daya manusia yang cerdas agar nyaman, aman dan berkelanjutan dalam perkembangan ekonomi, sosial dan lingkungan.

Kota Cerdas, dapat dinilai dari beberapa faktor diantaranya ialah faktor ekonomi, sosial dan lingkungan. Dari sisi ekonomi, sebuah kota Cerdas merupakan kota yang ditopang oleh perekonomian yang baik dengan memaksimalkan sumber daya atau potensi kota termasuk layanan TI dan komunikasi, tata kelola dan peran SDM yang baik.

Dari sisi sosial, kota cerdas ialah kota yang masyarakatnya memiliki keamanan, kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan interaksi sosial dengan sesama masyarakat ataupun dengan pemerintah.

Sementara dari sisi lingkungan, kota cerdas dinilai dari masyarakatnya memiliki tempat tinggal layak huni, sehat, hemat dalam penggunaan energi serta pengelolaan energi dengan dukungan layanan TI dan komunikasi, pengelolaan dan peran sumber daya manusia yang baik.

PGN tidak hanya mengandeng Harian Kompas tapi juga kampus ITB dalam melakukan pemeringkatan Indeks Kota Cerdas Indonesia.

Tampak hadir Menteri Kabinet Indonesia Hebat, seperti Menkominfo Rudiantara, MEnteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pembicara bersama dengan 98 walikota seluruh Indonesia.