Otokritik Gaya Moeldoko; Jenderal Pemikir Untuk Indonesia WOW

Otokritik Gaya Moeldoko; Jenderal Pemikir Untuk Indonesia WOW

Theater Class Philip Kotler, Mark Plus, Jakarta, Kabarindo- Bertajuk Merah Putih Berkibar Jaya Di Perbatasan (Prosperity Approach).

Pihak MarkPlus dengan gelaran The Jakarta CMO Club Fifty-Seventh Forum, beberapa pekan yang lalu CEO MarkPlus, Hermawan Kartajaya sebagai warga Whatsapp Grup, WOW Save Indonesia sudah woro-woro dan memang antusiasme sampai 20-an hadir sore ini untuk mendengarkan paparan otokritik dari mantan Panglima TNI, DR. Moeldoko tentang saatnya pendekatan kesejahteraan untuk menyelesaikan persoalan perbatasan.

"Selama ini pendekatan untuk perbatasan lebih mengedepankan pendekatan keamanan (security). Padahal yang patut diutamakan seperti halnya daerah lain di Indonesia adalah kesejahteraan (prosperity). Kesejahteraan harus dibangun di wilayah perbatasan, kalau kesejahteraan harus dibangun dipenuhi, warga akan lebih gampang diajak untuk bersama-sama menjaga daerahnya. Kesejahteraan harus lebih utama dibangun ketimbang menghadirkan banyak pasukan di sana, meski keamanan tetap perlu dijaga. Saya usulkan beberapa skenario yang paling ideal adalah Merah Putih Berkibar Jaya, dalam skenario ini Indonesia diasumsikan telah menjadi negara yang dicita-citakan oleh amanat Pembukaan UUD 1945. TNI harus proaktif dan berperan disana, dibidang pendidikan, TNI bangun sekolah-sekolah dan menjadi tenaga pengajarnya, dulu saat saya panglima sudah menarik sekitar 2.000 prajurit ke Jakarta untuk diupgrade dengan pengetahuan pendidikan dan kemudian disebar lagi ke perbatasan. Selain pendidikan, TNI juga berperan aktif dalam kesehatan dan perbagai pembangunan disana," paparnya lugas.

Tidak hanya mendengarkan disertasi DR. Moeldoko saat menyorot ketimpangan sosial dan pembangunan daerah perbatasan tapi juga hadirnya pihak Badan Nasional Perbatasan, Kafrawi dan kandidat Gubernur Kaltara-Kalimantan Utara, DR. Irianto Lambrie bersama dengan Prof. Hasyim Djalal sebagai senior diplomat dan pakar hubungan internasional, Mas Imam Prasodjo, Kak Seto Mulyadi, Kak Hoky Apkomindo, Kak Kasandra Psikolog, Kak Nasaruddin Produser, kak William sebagai CEO muda dan banyak lagi dari warga WAG WOW Save Indonesia.

Menarik saat Prof. Hasyim menimpali tentang meluaskan Indonesia tidak malah menyempitkan jadi tidak sekedar mempertahankan tapal batas saja karena pasti konflik berkepanjangan dengan negara sahabat, Malaysia. Indonesia harus bisa memerhatikan kedaulatan sampai ke dalam laut dengan mengeksplorasinya sampai ke luar angkasa generasi muda harus bisa mengibarkan merah putih

Sementara mas Imam Prasodjo minta pemerintah pusat harus berani membuat putusan otoritas untuk daerah perbatasan karena tidak hanya karena isyu makar atau bencana, baru pemerintah memerhatikan daerah perbatasan kita, jadi harus action saat ini.

"Saya usul, Hybrid Goverment yaitu tetap ada peran daerah dengan kolaborasi pemerintah pusat dan pelaku usaha/swasta sehingga efektif dan bisa berjalan dengan baik," papar mas Imam lugas.

Lanjut kak Kasandra mewakili WOW Save Indonesia yang siap untuk melakukan identifikasi masalah sekaligus mencari solusi dengan transformasi total untuk membangun jiwa orang Indonesia termasuk pendidikan dan tentu saja pembangunan infrastruktur daerah perbatasan serta anak-anak daerah perbatasan.

Akhirnya, menarik dalam disertasi yang ia teliti untuk menjadi doktor, Moeldoko merekomendasikan perbaikan dan harmonisasi kebijakan, pengembangan grand design, peningkatan kesepahaman antarpemangku kepentingan perbatasan, reorganisasi dan kewenangan BNPP, dan sebagainya sehingga Merah Putih Berkibar Jaya disana.


WOW Save Indonesia...............!