Operator Wisata Johor Bahru; Kepincut Destinasi Sleman

Operator Wisata Johor Bahru; Kepincut Destinasi Sleman

SLEMAN, Kabarindo– 16 operator wisata asal Johor Bahru Malaysia mengeksplorasi beberapa destinasi wisata di Kabupaten Sleman, beberapa waktu silam (26 – 28 Februari 2016).

Destinasi tersebut meliputi Desa Wisata Pentingsari, Jeep Wisata Merapi, Museum Gunungapi Merapi, Merapi Farma Herbal, kerajinan kulit “BUCINI” dan Sendratari Ramayana. Mereka begitu antusias mengikuti program familiarization trip yang diselenggarakan KJRI Johor Bahru Malaysia bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Hal itu dipapar oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, Rabu 2 Maret 2016 di kantornya Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman Yogyakarta.

Ayu mengungkapkan bahwa ke 16 (enam belas) operator wisata Johor Bahru Malaysia tersebut didampingi oleh Konsul Bidang Ekonomi KJRI Johor Bahru Iwa Mulyana dan seorang stafnya Dolly Prima. Penerimaan famtrip operator wisata Johor Bahru tersebut dilakukan di Cangkringan Villa & Spa oleh Wakil Bupati Sleman Dra. Sri Muslimatun, M.Kes yang didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, Sekretaris Disbudpar Dra. Endah Sri Widiasturi, MPA, Camat Cangkringan Edy Harmana, SH, MHum dan Ketua ASITA DIY Udhi Sudhiyanta dan perwakilan PHRI Sleman.

Ayu menyatakan bahwa program famtrip tersebut dinilai efektif untuk memperkenalkan destinasi wisata secara detail dan mendalam kepada para peserta. Dalam hal ini peserta dapat melihat, mengalami dan melakukan paket –paket yang ditawarkan. Sepertinya saat di desa wisata Pentingsari selain mengeksplorasi potensi yang ada para peserta juga sempat belajar membuat anyaman wayang suket dan anyaman janur, dan saat berkunjung ke Merapi Farma Herbal para peserta dapat membuat sendiri jamu instan dan hasilnya dibawa pulang sebagai oleh-oleh yang dibuatnya sendiri. Pengalaman seperti ini yang menjadikan wisatawan berkesan.
Disisi lain program famtrip yang dikemas secara sinergis dari beberapa instansi terkait di Kabupaten Sleman sepertinya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu, Dinas Perindagkop dan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan dan stakeholder pariwisata di Sleman tersebut dapat menampilkan potensi Sleman yang beragam. Tidak hanya sebatas pada potensi pariwisata tetapi juga potensi UMKM dan pertanian.
Melalui famtrip yang melibatkan operator wisata Johor Bahru tersebut diharapkan kedepan mereka akan dapat menjual destinasi wisata Sleman kepada masyarakat Malaysia. Selain itu diharapkan pula ada keberlanjutan program kerjasama antara KJRI Johor Bahru Malaysia dengan Pemkab Sleman maupun antara operator wisata Johor Bahru dengan operator wisata di Sleman.
Salah satu peserta Kenny Ngi mengungkapkan ketertarikannyaa terhadap destinasi wisata Sleman yang menurutnya potensial untuk dijual kepada wisatawan asal Malaysia. Bahkan ia mengatakan paket wisata 2 hari 3 malam dinilai masih terlalu pendek untuk pangsa wisatawan Malaysia. Ia mengharapkan pelaku wisata di Sleman menjual paket wisata paling tidak selama 5 hari 4 malam dengan sekaligus mengakomodasi destinasi yang berada di kabupaten/ kota di sekitar Sleman. Menurutny selain destinasi wisata alam sepertinya kawasan lereng Merapi, destinasi wisata religious dan wisata pendidikaan sangat diminati oleh wisatawan Malaysia.