Nutrifood Ajak Cerdas; Konsumsi Gula, Garam dan Lemak (GGL)

Nutrifood Ajak Cerdas; Konsumsi Gula, Garam dan Lemak (GGL)

Surabaya, Kabarindo- Konsumsi gula, garam dan lemak (GGL) yang berlebih akan meningkatkan resiko penyakit tldak menular yang dapat mengakibatkan kematian.

Karena itu cermati GGL, bukan hanya dalam bentuk secara utuh misalnya menuangkan berapa sendok gula ke dalam teh atau kopi, namun juga kandungan GGL yang terdapat dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Ajakan dan anjuran ini disampaikan oleh Nutrifood bersama Kementerian Kesehatan Rl dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan mengadakan program edukasi “Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan” yang diadakan di Surabaya pada Selasa (3/12).

Susana, Head of Nutrifood Center, mengatakan pihaknya ingin membantu setiap individu untuk hidup sehat melalui edukasi tersebut yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kandungan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Menurut Dr. Lily Banonah Rivai M.Epid, Kasubdit Pengendalian Penyakit Jantung & Pembuluh Darah, Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes RI, edukasi kepada masyarakat merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian PTM yang disebabkan oleh konsumsi GGL berlebih.

“Diharapkan edukasi ini membantu masyarakat lebih cermat dan bijak dalam mengkonsumsi makanan dan minuman,” ujarnya.

Sebanyak 24,5% penduduk lndonesia mengkonsurnsi garam berlebih dan 12,8% mengkonsumsi lemak berlebih.Hal ini menimbulkan resiko terkena PTM. Keadaan ini diperbesar dengan pola konsurnsi mayarakal yang rnenyukai makan manis, asin dan berlemak yaitu sekitar 23,8% untuk gula / manis, 5,7% untuk garam / asin dan 64,7% untuk lemak.

Banyak PTM yang timbul akibat konsumsi GGL berlebih yang dapat menimbulkan kematian. Angka kematian akibat PTM di Indonesia terus menlngkat darl 49,9% pada 2001 meniadl 59,5% pada 2007. Sedangkan persentase penyebab kematian antara lain hipertensl 31,7%, penyakit jantung 7,2%, kanker / turnor 4,3% dan diabetes melitus l,1%.

Karena ltu, penting dilakukan edukasl mengenai diet dan gizi seimbang, termasuk mengenai konsumsi GGL dan membaca label makanan untuk mengurangi peningkatan angka prevalensi PTM. Edukasi bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mencermati konsumsi GGL sesuai anjuran.

Kemenkes RI menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram (4 sendok makan) sehari, garam maksimal 5 gram (satu sendok teh) sehari dan lemak maksimal 67 gram (5 sendok makan minyak) sehari.

Masyarakat juga perlu mencermati kandungan GGL pada makanan / minuman dalam kemasan. Karena itu perlu tahu cara membaca label kemasan.

Yeni Restiani, Kepala Seksi Standarisasi Pangan Fungsional Direktorat Standarisasi Produk Pangan BPOM, mengatakan komposisi Informasi Nilal Gizi (IGN) pada label makanan kemasan paling sedikit mendapat perhatian konsumen. Hal ini karena banyak kcnsumen yang tldak mengerti cara membaca label makanan kemasan.

Pada kemasan makanan / minuman, yang pertama diperhatikan masyarakat umumnya adalah harga disusul masa kadaluarsa, label halal, baru kemudian komposisinya. Padahal informasi tentang nilai gizi tak kalah penting.

Informasi pada label kemasan makanan / minuman sekurang – kurangnya berisi nama produk /  nama pangan olahan, daftar bahan atau komposisi yang digunakan, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor, halal sesuai persyaratan, tanggal dan kode produksi, tanggal, bulan dan tahun kadaluarsa, nomor pendaftaran, asal – usul bahan pangan tertentu, informasi nilai gizi dan klaim. Zat gizi yang wajib dicantumkan meliputi energi total, lemak total, protein, karbohidrat total dan natrium.

Lily mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku CERDIK yang merupakan singkatan dari Cek kondisi kesehatan secara berkala, Enyahkan Asap Rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup dan Kendalikan stres.

Yeni juga mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan membeli sesuai kebutuhan bukan keinginan, teliti sebelum membeli, mencermati label makanan dan minuman termasuk masa kaduluarsa dan kandungannya serta memasikan produk sesuai dengan standar mutu.