Nusantara Infrastructure Sambut 2015; Siap Gandeng Investor Jepang

Nusantara Infrastructure Sambut 2015; Siap Gandeng Investor Jepang

Jakarta, Kabarindo- PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bermintra dengan West Nippon Expressway Co. Ltd. (W-Nexco) dan Japan Expressway International Co Ltd (Jexway) untuk mengoperasikan PT Bintaro Serpong Damai, pengelola ruas tol Serpong-Pondok Aren.

Kemitraan itu dilaksanakan dengan akuisisi 4,18 persen saham Bintaro Serpong Damai oleh W-Nexco dan Jexway. Anak usaha Nusantara Infrastructure ini merupakan pengelola jalan tol Serpong-Pondok Aren sepanjang sekitar 7,25 kilo meter (km). Tahun 2013, rata-rata lalu lintas harian ruas tersebut naik 6,89 persen menjadi 84.665 kendaraan.

Direktur Utama Nusantara Infrastructure Ramdani Basri mengatakan, transaksi ini membuka peluang bagi perseroan untuk bekerja sama dengan W-Nexco dan Jexway dalam jangka panjang. “Jika berjalan lancar, W-Nexco dan Jexway bisa saja menambah porsi sahamnya atau masuk ke proyek-proyek selanjutnya,” katanya kepada Investor Daily, Minggu (21/12).

Jexway, yang juga anak usaha W-Nexco, adalah perusahaan spesialisasi penyediaan teknologi jalan tol, operasional, serta pemeliharaan. Saat ini, Jexway mengoperasikan sepanjang 3.290 kilometer (km) jalan tol. Adapun, W-Nexco tercatat mengelola lebih dari 9.000 km jalan tol di Jepang.

Menurut Ramdani, W-Nexco dan Jexway baru pertama kali menjalin kerja sama dengan perusahaan lain di luar Jepang. Hal ini menggambarkan tingginya kepercayaan investor internasional terhadap Nusantara Infrastructure.

“Kemitraan ini diharapkan memberikan ruang besar bagi perseroan untuk menggarap proyek-proyek tol selanjutnya. Kehadiran investor ini juga dapat memberi sumbangan teknologi, sehingga memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” ucap dia.

Saat ini, Nusantara Infrastructure melalui anak usanaya PT Margautama Nusantara, mengelola empat ruas jalan tol, yakni Bintaro Serpong, Jakarta Lingkar Baratsatu di Jakarta, Jalan Tol Seksi Empat, dan Bosowa Marga Nusantara di Makassar.

Proyek Mini Hydro
Nusantara Infrastructure sedang mengkaji sebanyak dua proyek pembangkit tenaga listrik mini hydro di Jawa dan Sumatera. Nilai investasi pembangkit ini ditaksir mencapai Rp 400 miliar.

Direktur Nusantara Infrastructure Scott Younger pernah mengungkapkan, pembangunan mini hydro tersebut bagian dari total sembilan proyek infrastruktur yang sedang dikaji perseroan. “Kami tidak bisa memastikan kapan proyek ini akan dimulai. Pasalnya, kami selalu dihambat oleh hal-hal terkait birokrasi pemerintah,” keluh Scott kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Saat ini, Nusantara Infrastructure telah memiliki satu mini hydro berkapasitas 10 megawatt (MW) di kawasan Lau Gunung, Sumatera Utara. Pembangkit berteknologi ramah lingkungan ini mampu mengkonversi air sungai sebesar 11.34 meter kubik per detik menjadi sekitar 98 juta kilowatt (KW) per jam dalam setahun. Mini hydro milik Nusantara Infrastructure juga telah didaftarkan dalam program pengurangan karbon United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Selain mengembangkan mini-hydro, Nusantara Infrastructure, berniat ekpansi bisnis menara yang baru dimasuki tahun ini. Perseroan targetkan 850 menara telekomunikasi akhir tahun ini. Hingga September 2014, perseroan mencatat lonjakan laba bersih sebesar 136,5 persen menjadi Rp 80,2 miliar, dibandingkan periode sama 2013 Rp 33,9 miliar. Pendapatan tumbuh mencapai 73,5 persen menjadi Rp 382,3 miliar seperti dilansir dari laman beritasatu.