Nikmati Makanan Kaki Lima; Ada Di Hotel Bintang Lima Shangri-La Surabaya

Nikmati Makanan Kaki Lima; Ada Di Hotel Bintang Lima Shangri-La Surabaya

Surabaya, Kabarindo- Menikmati makanan tradisional atau yang menjadi ikon suatu daerah yang dijual pedagang kaki lima di pinggiran jalan itu sudah biasa.

Bagaimana jika menikmatinya di hotel bintang lima dengan penyajian ala hotel bintang lima? Tentu memberikan suasana dan pengalaman berbeda. Inilah yang dilakukan Hotel Shangri-La Surabaya dengan mengadakan Street Food Festival pada Jumat-Sabtu, 28-29 Maret.

Shangri-La menghadirkan sejumlah makanan tradisional atau yang menjadi ikon Surabaya langsung dari pemilik atau pengelolanya diantaranya Gado-gado, Siomay dan Batagor Arjuno, Nasi Udang Bu Rudy, Rawon Setan, Semanggi Suroboyo, Sup Buntut, Sate Tretes, Bakso Pak Djo dan Lekker.

Menurut Renny Herwanto, FO Marketing Manager Shangri-La Surabaya, hotelnya sengaja menghadirkan mereka untuk memperkenalkan bermacam makanan tersebut kepada tamu hotel, termasuk tamu asing yang menginap di sini.

“Tamu dari luar daerah, terutama ekspatriat, mungkin belum tahu atau belum pernah mencicipi makanan tradisional atau yang jadi ikon di Surabaya. Nah di sini mereka bisa menikmati dengan nyaman karena semua dihadirkan jadi satu. Tak perlu repot cari jauh – jauh. Tamu bisa menikmati bermacam makanan tersebut saat makan siang maupun malam,” ujarnya.

Bermacam makanan tersebut dihadirkan di food stalls atau rombong-rombong cantik di teras luar Resto Jamoo, sehingga tamu bisa menyanap hidangan dengan santai sambil menikmati suasana taman yang asri dan sejuk. Namun ada pula makanan yang disajikan di dalam resto yaitu Rawon Setan.

Renny menjelaskan, karena dihadirkan di hotel bintang lima, maka penyajiannya juga sesuai standar bintang lima yang higienis dengan kemasan atau wadah yang cocok. Namun rasa makanan tetap orisinal.

“Tamu yang memesan makanan akan dilayani langsung oleh pihak pemilik atau pengelola masing – masing makanan tersebut. Bahan, bumbu dan resep makanan juga dari mereka. Jadi rasanya tentu orisinal,” ujarnya.

Menurut Renny, untuk awalnya, Food Street Festival hanya diadakan dua hari. Jika respon tamu bagus, akan diadakan lagi saat HUT Surabaya pada akhir Mei mendatang.

Event ini tampaknya mendapat sambutan antusias dari tamu hotel, termasuk orang asing. Mereka tertarik mencicipi satu persatu makanan tersebut. General Manager Shangri-La Surabaya, Martin Brenner, gembira melihat hal ini.

“Saya senang melihat antusiasme tamu terhadap makanan Indonesia. Ini bisa memberikan pengalaman berbeda bagi mereka yang akan menceritakannya kepada keluarga, teman – teman dan kenalan di negara mereka. Mereka mungkin juga ingin menikmati lagi jika kembali mengunjungi Surabaya,” ujarnya.