Nestlé DANCOW BATITA Gandeng TP PKK Pusat; Rilis Toolkit

Nestlé DANCOW BATITA Gandeng TP PKK Pusat; Rilis Toolkit

Jakarta, Kabarindo- Salah satu kunci keberhasilan Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) di tengah masyarakat adalah bagaimana kader mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif, serta mampu menjadi motivator bagi para orang tua untuk mengajak batitanya ke Posyandu.
Untuk itulah Nestlé DANCOW BATITA dan Tim Penggerak PKK Pusat meluncurkan toolkit dalam Kelas Kader Nasional yang diselenggarakan pada acara Jambore Kader PKK Nasional di Jakarta yang berlangsung pada 29–31 Agustus 2014.

Toolkit Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) yang akan dicetak dan didistribusikan ke lebih dari 5.000 posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) di Indonesia merupakan buku panduan bagi para kader Posyandu yang disusun oleh para pakar di bidangnya seperti Guru Besar Gizi dan Pangan IPB Prof. Ali Khomsan, Psikolog Dra. Mayke Tedjasaputra, M.Si, Dwiati Sekaringsih, M.Kes dari Pusat Promosi Kesehatan dan didukung oleh Dr. dr.Herqutanto,MPH.MARS, seorang Pakar Ilmu Kedokteran Komunitas yang membantu para kader untuk berkomunikasi secara efektif dan tepat sasaran.

“Kami bersama-sama TP PKK Pusat akan terus membantu meningkatkan kualitas Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) melalui para kadernya. Kami percaya bahwa toolkit Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) yang disusun oleh para pakar ini dapat membantu para kader untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya melakukan pemantauan tumbuh kembang batita di Posyandu. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Nestlé DANCOW BATITA untuk turut mendukung perbaikan kualitas Posyandu, sehingga semakin banyak orang tua yang memahami pentingnya TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap),” ujar Henny Yuliandini, Brand Manager Nestlé DANCOW BATITA.

ToolKit terdiri dari Check List, Flip Chart serta Buku Modul yang berisikan panduan bagi para kader dalam Penyelenggaraan Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-AKtif-Tanggap), Peran Kader Dalam Memberdayakan Orangtua Melakukan Pola Asuh Tumbuh-Aktif-Tanggap Pada Anak Batita hingga Peran Kader Dalam Melakukan ”ASIH-ASAH-ASUH” Pada Kegiatan Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap).
Selanjutnya, untuk pertama kalinya toolkit Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) ini disampaikan oleh para pakar dalam Kelas Kader Nasional yang dihadiri oleh lebih dari 100 kader Posyandu dari 19 provinsi. Nantinya, para kader akan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke Posyandu lain di provinsi masing-masing. Selain para pakar, Tim Penggerak PKK Pusat dan PT Nestlé Indonesia juga menjadi nara sumber dalam Kelas Kader Nasional.

“Keberhasilan Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) dilihat dari banyaknya orang tua yang membawa batitanya ke Posyandu serta kecakapan para kadernya. Untuk itu peran kader dalam Posyandu sangat besar karena selain berperan sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat, ia juga bertindak sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu. Modul ini merupakan panduan yang lengkap untuk kader Posyandu untuk memotivasi dan memberdayakan orang tua dalam melaksanakan pola asuh tumbuh-aktif-tanggap,” ujar pakar Ilmu Kedokteran Komunitas Dr.dr.Herqutanto,MPH.MARS.

Nota Kesepahaman Nestlé DANCOW BATITA dan TP PKK Pusat 2014
Tahun ini Nestlé DANCOW BATITA dan TP PKK Pusat kembali bekerja sama untuk untuk meningkatkan kinerja kader Posyandu melalui Gerakan Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap). Nota kesepahaman tersebut ditandatangi oleh Ketua Umum TP PKK Pusat Vita Gamawan Fauzi dan Direktur Dairy Business Unit Nestlé Indonesia Jason Avancena pada bulan Mei lalu.

Kerja sama yang telah berjalan sejak tahun 2011 ini telah menjangkau lebih dari 21.500 kader di lebih dari 4.900 Posyandu di 19 provinsi dan 72 kabupaten/kota, serta melibatkan lebih dari 410.000 ibu rumah tangga. Di tahun 2013, Gerakan Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) memiliki kegiatan baru yaitu Kelas Orientasi Kader Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) yang merupakan upaya pemberdayaan dan perluasan sosialisasi Tumbuh-Aktif-Tanggap pada lebih banyak kader Posyandu. Kelas Orientasi Kader ini merupakan pemberdayaan para kader untuk berbagi ilmu kepada kader-kader baru dan hingga saat ini berhasil menjangkau lebih dari 6.500 kader baru.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat bekerja sama kembali dengan TP PKK Pusat. Sebagai produsen susu pertumbuhan yang sangat peduli terhadap pola asuh tumbuh-aktif-tanggap batita, inilah bentuk keseriusan dan komitmen Nestlé DANCOW BATITA dalam meningkatkan pelayanan Posyandu demi turut mewujudkan anak Indonesia yang lebih sehat melalui Gerakan Posyandu Peduli Tumbuh Aktif Tanggap,” ujar Jason Avancena, Direktur Dairy Business Unit PT.Nestlé Indonesia.