Nahdlatul Ulama; Jadi Jembatan Peradaban

Nahdlatul Ulama; Jadi Jembatan Peradaban

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Ada asa dari presiden KITA, Joko Widodo.

Ia berharap bahwa bukan hanya jembatan bagi perbedaan paham keagamaan, tetapi juga jembatan peradaban antar bangsa dalam  wujud nyata  Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Sebagai Jamiyah Diniyah Islamiyah  yang  sejak kelahirannya  mengedepankan nilai-nilai Islam moderat,  Nahdlatul Ulama diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan berbagai kalangan, bersama-sama membangun tatanan dunia yang berkeadilan, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan, keterbelakangan dan ketimpangan yang merupakan akar dari bentuk-bentuk terorisme dan radikalisme.

Dengan sikap Nahdlatul Ulama yang mengutamakan solidaritas kemanusiaan, ukhuwwah basyariyyah,  maka warga Nahdliyin berperan besar dalam membangun peradaban antar bangsa yang semakin terbuka, demokratis,  dan berkeadilan.

Dengan cara itu, Indonesia, sebagai negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, akan selalu dikenang serta menjadi rujukan dunia.

Ini adalah pokok sambutan Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Muktamar Nadhlatul Ulama ke -33, di Jombang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Menurut Presiden, sebagai salah satu Jamiyah Diniyah Islamiyah  terbesar di Indonesia, Nadlatul Ulama telah memberikan kontribusi besar menjaga Indonesia agar tetap menjadi Indonesia.

Sejarah mencatat, sejak didirikan pada 1926, tokoh-tokoh Nadlatul Ulama turut membidani lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga dari berbagai bentuk ancaman.

Karena itu tidak diragukan lagi jika Nahdlatul Ulama  senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila. Dan ini menjadi bukti, keteguhan sikap Nahdlatul Ulama  dalam menjunjung semangat kebangsaan, menegakkan keindonesiaan dan menghargai kebhinekaan.

Presiden juga mengapresiasi tema besar muktamar "Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia".  Tema ini menunjukkan bahwa NU dan Umat Islam Indonesia mempunyai posisi yang strategis, bukan hanya dalam membentuk peradaban bangsa, tetapi bisa menjadi inspirasi peradaban dunia, sebagai “role model” pengusung Islam yang rahmatan lilalamin,  yang memberikan kedamaian dan manfaat bagi alam semesta.

Tema itu juga cermin keteguhan warga Nahdliyin yang menjadikan Islam sebagai pijakan terciptanya masyarakat unggulan, yaitu masyarakat yang menjadikan agama sebagai sumber kemajuan, keadilan, dan kedamaian seperti rilis yang diterima redaksi.