Nagaswara Siap Somasi 13 Rumah Karaoke; Terkait Pelanggaran Hak Cipta

Nagaswara Siap Somasi 13 Rumah Karaoke; Terkait Pelanggaran Hak Cipta

Jakarta, Kabarindo- Label musik Nagaswara yang menaungi beberapa artis seperti Wali, Tika Ramlan, Kerispatih, Zaskia Gotik, dan puluhan artis lainnya rasanya tidak main-main dalam menanggapi kasus pelanggaran hak cipta dan mechanical right yang dilanggar beberapa rumah karaoke yang berada di Indonesia.

Setelah tiga pekan lalu melaporkan rumah karaoke Inul Vista ke pihak Markas Besar Polri dan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, kini Nagaswara juga akan mensomasi 13 rumah karaoke yang diduga melakukan pelanggaran serupa.

Hal tersebut terungkap saat konferensi pers "Perangi Mafia Industri Musik di Wilayah Hukum NKRI" di kantor Nagaswara, di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/9) seperti dilansir dari laman beritasatu.

"Kita telah melaporkan pihak Inul Vista sebagai rumah karaoke yang telah melanggar hak cipta dan mechanical right. Dan kami juga telah melakukan somasi kepada rumah karaoke NAV, Happy Puppy, Grand Charly terkait pelanggaran serupa. Supaya mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan dengan tidak membayar royalti terhadap artis yang mereka pakai di rumah karaoke adalah salah," ungkap Eddy RH selaku kuasa hukum pihak Nagaswara.

Dilanjutkan Eddy, pihak Nagasawara dan Harpa Record mengambil langkah ini karena tidak patuhnya sejumlah rumah karaoke yang dengan seenaknya memakai lagu artis-artis yang bernaung di bawah label Nagaswara dan Harpa Record tanpa memberikan royalti atas yang mereka pakai.

"Mereka dengan secara sadar melanggar hak cipta terhadap karya yang dihasilkan sejumlah musisi tanpa memberikan royalti kepada mereka. Itu kan pelanggaran, karena mechanical right itu memang mereka tidak bayarkan. Itu menyebabkan sejumlah musisi merugi akibat hasil karyanya dipakai tapi tidak diberikan royalti," lanjut Eddy.

Diterangkan pula oleh Edi, selain langkah hukum yang diambil mereka untuk memperoleh hak nya, pihak Nagaswara dan sejumlah musisi juga membuka jalan damai bagi setiap rumah karaoke yang menggunakan lagu-lagu hasil karya sejumlah musisi tersebut,

"Yang jelas kita akan membuka komunikasi terkait masalah ini di luar jalur hukum. Kita tetap mengedepankan mediasi mencari solusi yang terbaik agar semua pihak merasa senang. Namun bila masih membandel maka kita tidak segan-segan akan melakukan tindakan hukum," tegas Eddy.

Langkah yang diambil Nagaswara ini selain didukung sejumlah musisi dan pencipta lagu, pihak produser dari label musik lainnya pun mendukung langkah yang diambil Nagaswara itu untuk memerangi mafia atas pemakaian hasil karya musisi.

"Langkah ini juga didukung oleh seluruh musisi dan pencipta lagu serta produser dan label musik yang menaungi artis tersebut. Tekadnya sama yakni meninta haknya yang telah dirampas sejumlah rumah karaoke dengan tidak membayarkan royalti atas pemakaian lagu yang dipakai dirumah karaoke," tutupnya.

Pihak Nagaswara sebelumnya telah menuntut Inul Vizta dengan Pasal 2 Ayat 1, Pasal 72, Pasal 49 Ayat 1 dan 2 UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Selain itu, Nagaswara juga mendeklarasikan "Maklumat Anti Pembajakan"' serta menuntut adanya Dewan Hak Cipta.