MunirPad Siap Diresmikan 14 April BESOK; Membanggakan

MunirPad Siap Diresmikan 14 April BESOK; Membanggakan

Jakarta, Kabarindo- Anda tentu masih terkenang dan ingat dengan Alm Munir, aktivis hak asasi manusia yang tewas diracun di pesawat menuju Belanda ?

Nama almarhum akan diabadikan oleh pemerintah Belanda sebagai sebuah jalan. Jalan di kota pusat peradilan internasional itu akan diresmikan Selasa, 14 April besok.

Dalam plang jalan tersebut tertulis “Munirpad: Munir Said Thalib 1965-2004, Indonesische voorvechter van de bescherming de rechten van de mens” (Jalan Munir: Munir Said Thalib 1965-2004, Advokat Pejuang Hak Asasi Manusia Indonesia).

Selain isteri Munir, Suciwati, peresmian “Munirpad” juga akan dihadiri oleh organisasi hak asasi manusia, Amnesty Internasional di Belanda serta para pembela hak asasi manusia di Indonesia dan Belanda.

Istri Munir, Suciwati mengatakan “Munirpad” atau Jalan Munir akan diresmikan oleh Wali Kota Den Haag Jozias van Aartsen besok.

“Jalan Munir ini sudah mulai digulirkan sejak 2011, ketika saya datang ke Belanda dalam undangan pemutaran film-film HAM, Wali Kota Den Haag berjanji pada saya akan membuat Jalan Munir,” kata Suciwati, beberapa waktu lalu.

Suciwati akan berangkat ke Belanda, Sabtu malam ini untuk menghadiri acara peresmian Munirpad pada Selasa mendatang.

Menurut Suciwati, peresmian nama suaminya menjadi nama salah satu jalan di kota pusat peradilan hak asasi manusia itu merupakan sebuah peringatan bagi pemerintah Jokowi-JK untuk menuntaskan kasus pembunuhan Munir yang selama ini terhambat faktor hukum dan politik.

Dukungan penuntasan kasus Munir juga mengalir dari para peraih Nobel Alternatif “Right Livelihood Awards” dengan menandatangani surat yang ditujukan kepada Presiden Jokowi untuk membentuk tim penyelidikan baru yang independen untuk menuntaskan kasus Munir.

Munir adalah salah satu peraih Nobel Alternatif pada tahun 2000 karena keberanian dan dedikasi untuk berjuang bagi pemenuhan hak asasi manusia serta supremasi sipil terhadap militer di Indonesia.

Penghargaan “The Right Livelihood Award” didirikan untuk memberikan penghargaan kepada para pembela hak asasi manusia yang mendorong pemenuhan hak atas lingkungan, perdamaian, dan keadilan sosial.

Sebanyak 158 penerima penghargaan dari 65 negara tersebut adalah Asma Jahangir (Pakistan), Sima Samar (Afghanistan), Asghar Ali Engineer (India), Carmel Budiardjo (Inggris), dan Johan Gantung (Norwegia).

“Surat resmi tersebut akan disampaikan kepada Presiden Jokowi pada tanggal 13 April 2015,” ujar Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Indria Fernida.

Dukungan lain, kata Indria, adalah petisi yang diinisiasi oleh Amnesty Internasional. Ribuan orang dari 86 negara mendesak Presiden Jokowi untuk menginisiasi sebuah penyelidikan yang independen dan baru atas pembunuhan Munir dan membawa pelaku-pelaku dalam berbagai lapis ke muka hukum dengan cara yang sesuai standar hak asasi manusia internasional.

“Para penandatangan petisi juga mendesak pihak-pihak berwenang membuka ke publik tentang laporan Tim Pencari Fakta (TPF) 2005 resmi atas pembunuhan Munir sebagai langkah kunci pencarian kebenaran,” kata dia.

Selain itu, Presiden Jokowi diminta untuk menginstruksikan Jaksa Agung untuk melakukan evaluasi terhadap proses hukum yang lalu atas kasus ini, termasuk dugaan pelanggaran atas standar-standar hak asasi manusia internasional.

“Surat ini telah dikirimkan kepada Presiden Jokowi dan telah diserahkan langsung kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia oleh Amnesty Internasional,” ujarnya.

Munir Said Thalib adalah aktivis hak asasi manusia Indonesia yang dibunuh pada 7 September 2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia saat dirinya dalam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda.

Pada 20 Desember 2005 seorang pilot Garuda, Pollycarpus Budihari Priyanto, dijatuhi vonis 14 tahun penjara karena terbukti menaruh arsenik di dalam makanan Munir yang menyebabkan pria asal Malang itu tewas. Namun, pada 29 November 2014 Pollycarpus dinyatakan bebas bersayarat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia seperti dilansir dari laman geotimes dan antara.