Muhammad Aulia Bukhaira; Maba ITS 2015 Termuda

Muhammad Aulia Bukhaira; Maba ITS 2015 Termuda

Surabaya, Kabarindo- Umumnya, seseorang mulai kuliah pada usia 17-19 tahun. Namun di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, ada mahasiswa baru (maba) angkatan 2015 yang paling muda.

Namanya Muhammad Aulia Bukhaira, usia 15 tahun 7 bulan, yang mengambil program S1 jurusan Teknik Mesin ITS. Remaja ini kelahiran Padang, Sumatera Barat, pada 13 Januari 2000.

Aulia, sapaan akrabnya, mengatakan ia dibesarkan oleh orang tua yang sangat memperhatikan pendidikan. Ia lalu menuturkan tentang pengalaman akademiknya.

Aulia mengaku memasuki SD pada usia 5,5 tahun. Saat itu belum ada SD yang memiliki kelas akselerasi di daerahnya. Kelas akselerasi adalah kelas khusus yang diperuntukkan para siswa berkemampuan istimewa dengan sistem percepatan masa belajar. Maka ia tetap menyelesaikan pendidikannya selama enam tahun di sana.

Kemudian Aulia melanjutkan ke SMPN 1 Padang. Saat itulah ia penasaran dengan kelas akselerasi. Maka ia memutuskan untuk mendaftar dan sangat gembira ketika diterima. Jadwal belajarpun diperbanyak, namun kondisi tersebut tidak menyulitkan baginya.

“Pelajarannya mudah diikuti koq,” ujar remaja berkaca mata dan kalem ini pada Jumat (28/8/2015).

Setelah dua tahun, Aulia lulus. Ia tertarik mencari sekolah lanjutan yang memiliki kelas akselerasi lagi. Pilihannya jatuh pada SMAN 1 Padang. Kesehariannya tidak jauh berbeda dengan masa SMP. Jadwal belajar ditambah, bahkan ia masih mengikuti les tambahan pada malam hari. Ketika memasuki tahun akhir, ia semakin giat belajar untuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi.

Aulia berhasil menyelesaikan masa studi SMA dalam waktu dua tahun pada 2015. Ia bersyukur pada tahun yang sama ini diterima di ITS Jurusan Teknik Mesin. Ia baru saja menyelesaikan Test of English as Foreign Language (TOEFL) ITS.

Meski masih remaja, Aulia mampu membawa diri dan bergaul dengan teman-teman barunya di kampus. Sikap dewasanya membuat ia mudah diterima teman-temannya. Kadang ketika mengobrol dengan mereka menggodanya dengan mengatakan, ia masih di bawah umur. Namun ia menanggapi dengan santai dan tersenyum.

“Biasa aja. Tidak usah disimpan dalam hati,” ujarnya lalu tersenyum.