Monty Tiwa Naik Kelas; Gandeng Raksasa Dari Jogja

Monty Tiwa Naik Kelas; Gandeng Raksasa Dari Jogja

XXI Epicentrum, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kabarindo- Apa yang membuat redaksi tertarik untuk selalu hadir di tiap presscreening dari PH kondang dan senior, Starvision ?

Yah, Chand Parwez Servia sebagai pemilik memang selalu setiap dan konsisten dengan bujet promo dengan presscreening dan gala premier dengan kaos beraneka ragam sesuai poster film sehingga melekat sekali branding PH dan film Indonesia makin dikenal.

"Terus terang saya masih punya kaos 8 tahun yang lalu dari produksi film Starvision yang masih saya pakai hingga saat ini karena memang saya suka banget film tersebut," papar seorang jurnalis yang tak mau disebut namanya.

Ada lagi yang lain, Starvision selalu mengentas aktor baru dengan karakter yang unik.

Anda mengenal Abrar Adrian ? Pasti belum kan, tapi tak dinyana pasti dia akan berhenti jadi pekerja kantoran sebagai auditor sesaat setelah film ini sukses menjemput penonton seperti produser Parwez sampaikan ke redaksi kemarin sesaat sebelum presscreening berlangsung. Yah, cukup mengagetkan memang, selain pernah jadi atlet basket karena tingginya di atas rata-rata lelaki normal tapi Abrar memang punya gestur menarik sesuai dengan novel dengan judul yang sama untuk jadi, Raksasa.

Anda penggemar novel berjudul sama ? Raksasa Dari Jogja ? Yah itu adalah karya sastra bernas, Dwitasari.

Semua karakter dari novel tersebut dihidupkan secara sinematografi oleh Monty Tiwa yang memang makin bernas, sabar dan bijaksana dalam melahirkan tiap karyanya.

Karina Salim (Bian) dan Abrar Adrian (Gabriel) betul-betul di 'hidup'kan secara fiksi dengan kekuatan pengarahan sudut kamera di menit-menit pertama saat Bian bersesakan di atas koridor halte TransJakarta.

Yah, Raksasa itu sangat cool, pemberani dan cerdas karena menang profesi tercerdas di muka bumi ini hanya JURNALIS.

Monty tidak hanya sukses laiknya manusia setengah dewa untuk Bian dan Gabriel tapi juga om Ray Sahetaphy, Dewi Irawan, Ridwan Ghany, Sahila Hisyam, Kiki Farrel dan aktor langganan Monty Tiwa yaitu Dwi Sasono yang terlihat sangat genit kali ini.

"Produksi saya kali ini memang ini lebih menghibur, ringan dan perspektif cinta yang disajikan beda dari film-film sejenis saya terdahulu. Sedikit orang yang menyadari tingkat kesulitan yang ada dalam menjalankan hal ini. Pertama, kita sudah mendapatkan lawan yang tangguh dalam bentuk ekspektasi para pembaca novelnya. Kedua adalah bagaimana kita sebagai pembuat film harus bisa menggali sesuatu yang lebih. Sesuatu yang 'ada' namun sekaligus 'tidak ada' di novel tersebut," papar Monty lugas.

Tidak hanya, Anda akan terpapar dengan sosok raksasa sampai semua mata termasuk si kecil Bian melongok ke atas tapi semua orang. Gabriel memang beda, dia punya gaya untuk tetap eksis walau sangat beresiko terpenting bermanfaat bagi orang lain.

Gabriel anti mainstream dan selalu tidak peduli dengan pencitraan, apa adanya dan terkesan old school sehingga sosok Bian yang sudah punya semuanya kepincut dengan Gabriel yang akhirnya memutuskan untuk tidak pulang di saat ulang tahun sang mama.

Monty Tiwa naik kelas.

Sinopsis:
Bian (Karina Salim) punya segalanya. Wajah cantik, rumah elit di Jakarta dan pacar tampan. Realitanya sungguh berbeda. Sejak kecil, Bian selalu hidup dalam ketakutan. Sang Papa (Ray Sahetapy) yang dikenal sebagai politikus terhormat, sering melakukan KDRT terhadap Mama (Unique Priscilla). Bian memergoki pacarnya, Pras (Kiki Farel), berselingkuh dengan Letisha (Adinda Thomas), sahabat Bian sejak kecil. Bian memutuskan meninggalkan rumah dan kuliah di Jogja.

Bian yang tinggal di rumah Bude (Dewi Irawan) bersama Kevin (Ridwan Ghany) sepupunya, berubah jadi gadis pendiam dan selalu menutup diri. Dia selalu menolak ketika Rinta (Sahila Hisyam), pacar Kevin, mengenalkan Bian dengan teman-teman cowoknya. Bian berubah ketika bertemu dengan seorang pemuda bertubuh raksasa bernama Gabriel (Abrar Adrian) di sudut sepi kampusnya. Bian mengenali Gabriel yang pernah menolongnya di bus Trans Jakarta. Pertemuan ini membuat Bian minta informasi dari teman kuliahnya, Vanessa (Stella Cornelia).

Film ini dikemas manis juga oleh lagu mahakarya ciptaan Arda 'NAFF' yang ia nyanyikan sendiri selain itu Tantri KOTAK dengan lagunya yang sangat romantis berjudul Pelabuhan Terakhir.

Anda punya kenangan manis dengan cinta yang berbeda, atau bisa jadi memang perjalanan cinta Anda itu memang beda dan sulit diterjemahkan, ada baiknya Anda nonton film ini 31 Maret pekan depan agar punya mimpi indah bahwa memang cinta itu indah dan misteri.


Penasaran ?