Misi Dagang Indonesia Ke Eropa; Serap Tenaga Kerja 23 Juta Orang

Misi Dagang Indonesia Ke Eropa; Serap Tenaga Kerja 23 Juta Orang

Jakarta, Kabarindo- Saat peringatan hari buruh internasional, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Ia menyatakan optimis target ekspor 300% atau USD 458,5 miliar hingga 2019 mampu meningkatkan jumlah tenaga kerja hingga 23 juta orang. Untuk itu, diperlukan tambahan investasi USD 211,5 miliar sehingga dapat menyerap jumlah tenaga kerja sebanyak 23 juta orang.

Penegasan ini diungkapkan Mendag di sela memimpin delegasi bisnis Indonesia ke Milan, Italia, akhir pekan ini.

Para pelaku bisnis Indonesia dipertemukan dengan pebisnis papan atas Italia untuk melakukan pembicaraan guna meningkatkan kerja sama kedua belah pihak. Acara dikemas
dalam konsep business luncheon yang digelar di Hotel Principe Savoia, Milan, Italia.

Acara ini dihadiri President of Italian Trade Agency Riccardo Monti dan Dubes Indonesia untuk Italia August
Parengkuan, serta 90 pengusaha kedua negara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Misi Dagang Indonesia tahun 2015 ke Eropa yang dilaksanakan pada 29 April-4 Mei 2015.

Menurut Rachmat Gobel, kunjungan ke Milan merupakan upaya yang strategis dan penting bagi peningkatan kerja sama kedua negara, terutama kerja sama produk tekstil dan produk unggulan ekspor Indonesia lainnya.

“Milan merupakan kota fesyen dunia yang selalu memikat para desainer, artis, fotografer, dan model dari seluruh dunia, serta industri kuliner dunia. Posisi ini menyebabkan Milan menjadi salah satu mitra penting bagi Indonesia," ungkap Rachmat Gobel.

Pada acara business luncheon tersebut, Mendag menyampaikan perkembangan hubungan perdagangan kedua negara dan perekonomian Indonesia yang pertumbuhannya didukung perkuatan iklim usaha yang semakin kondusif dan transparan. Selain itu juga dijelaskan target capaian yang akan diraih hingga tahun 2019, khususnya kebutuhan pembangunan fasilitas
infrastruktur yang dapat dimanfaatkan para investor dari Italia untuk melakukan kerja sama
dengan dunia usaha Indonesia.

Mendag juga menyampaikan perkembangan ASEAN Economic Community (AEC) yang akan berlaku 1 Januari 2016, serta keinginan kuat untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan Uni Eropa (EU) melalui kerja sama Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement
(CEPA), termasuk juga dengan mitra dagang lainnya seperti Korea Selatan, Swiss, Jepang, dan Amerika Serikat.

Mendag optimistis kunjungannya kali ini mampu meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Italia
pada tahun 2019 sebesar USD 8,27 miliar. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 263% dari
nilai ekspor Indonesia ke Italia pada 2014 yang tercatat mencapai USD 2,28 miliar.

Target peningkatan ekspor Indonesia ke Italia tersebut tidak kecil. Peningkatan tersebut hanya dapat tercapai melalui kerja sama intensif yang terus diupayakan melalui kegiatan people to people contact antara pelaku bisnis kedua negara.
"Saya optimistis melalui partisipasi Indonesia
pada World Expo Milan (WEM) 2015 yang berlangsung selama 6 bulan, dari 1 Mei hingga 31 Oktober 2015, merupakan nation branding Indonesia di mata masyarakat Eropa, sekaligus menjadi katalisator peningkatan perdagangan dan investasi Indonesia ke arah yang semakin
baik,” ungkap Rachmat Gobel.

Hadir dalam kesempatan itu Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian dan Perwakilan KADIN Chris Kanter. Keduanya turut memberikan gambaran kondisi sosial budaya dan perekonomian yang tumbuh dalam kehidupan demokrasi yang harmonis.
Usai melakukan pertemuan, Mendag juga melakukan kunjungan ke dua perusahaan fesyen besar
Italia, yaitu Fratelli Rossetti Factory (leather goods) dan Dolce & Gabana, dua ikon fesyen dunia.

Dalam site visit tersebut, Mendag berharap perusahaan fesyen Italia tersebut dapat melakukan kerja sama dengan pelaku bisnis Indonesia dan sekaligus penjajakan investasi.

Statistik Perdagangan Indonesia-Italia

Ekspor nonmigas Indonesia ke Italia pada 2014 sebesar USD 2,28 miliar, sedangkan ekspor nonmigas Indonesia ke Italia pada periode Januari-Februari 2015 mencapai USD 346 juta.
Komoditas utama ekspor Indonesia ke Italia pada periode Januari-Februari 2015 adalah minyak sawit (HS 1511) dengan pangsa ekspor 40,3%, batubara (HS 2701) dengan pangsa 9,8%, kopi (HS 0901) dengan pangsa 6,6%, t-shirt (HS 6109) dengan pangsa 3,8%, dan sepatu kulit (HS 6403)
dengan pangsa ekspor 3,2% dari total ekspor nonmigas Indonesia ke Italia.

Impor Indonesia dari Italia pada 2014 sebesar USD 1,72 miliar, sementara pada periode Januari- Februari 2015 sebesar USD 218 juta. Produk utama impor Indonesia dari Italia adalah mesin pencuci piring (HS 8422) dengan pangsa 13,8%, keran untuk pipa (HS 8481) dengan pangsa 7,9%,
dan mesin pengolah tembakau (HS 8478) dengan pangsa 3,8% dari total impor Indonesia dari Italia.