Minimarket Di Jakarta; Wajib Pasarkan Produk UMKM

Minimarket Di Jakarta; Wajib Pasarkan Produk UMKM

Jakarta, Kabarindo- Pemerintah Provinsi (Pemprov) melakukan pembatasan ruang gerak minimarket di Jakarta.

Selain melakukan pendataan untuk mengetahui minimarket yang bermasalah, pendataan tersebut juga dilakukan untuk memastikan minimarket dapat menampung produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di DKI Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengakui sudah ada 1.000 minimarket di Jakarta yang ditemukan bermasalah, baik dari peruntukannya maupun perizinannya. Data awal tersebut akan ditelusuri lebih lanjut untuk menentukan sanksi kepada ribuan minimarket bermasalah tersebut.

“Wali Kota sudah melakukan inventarisasi. Kami lihat dari data itu, apakah minimarket itu tertib aturan tata ruang, sesuai peruntukannya atau tidak. Apakah minimarket itu berizin atau tidak. Kami akan lihat satu per satu. Itu baru data awal, kami akan telusuri lagi,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (9/1).

Data awal tersebut juga akan digunakan untuk mendorong minimarket melakukan kewajibannya yang tertuang dalam Pasar No. 2 tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta. Yaitu, mengamodasi pelaku UMKM, dengan memberikan ruang bagi mereka memasarkan produk-produknya.

Selama dia mengunjungi minimarket di beberapa wilayah Jakarta, mantan Wali Kota Blitar ini tidak pernah menemukan produk UMKM Jakarta yang dipasarkan di minimarket. Hanya ada produk-produk perusahaan makanan-minuman asing dan dalam negeri saja.

“Sekarang, saya masuk ke minimarket, itu enggak produk-produk UMKM Jakarta. Enggak ada produk dari Kembangan, Kalideres, Cengkareng. Ini yang perlu diperjuangkan. Sehingga warga Jakarta kenal betul produk khas Jakarta,” ujarnya.

Seharusnya, produk-produk terbaik dari enam wilayah Jakarta tidak hanya dipajang dalam ruang UMKM. Melainkan dipajang di minimarket seluruh wilayah Jakarta yang berjumlah 2.254 gerai.

“Coba inventarisasi produk UMKM di wilayahnya masing-masing. Kemudian, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan bersama suku dinasnya di enam wilayah melakukan peningkatan kualitas packaging (pengemasan) yang baik dan pelatihan terhadap peningkatan mutu produk. Tugas Anda adalah melakukan peningkatan kualitas packaging dan pelatihan yang bagus terhadap produk itu,” tutur Djarot seperti dilansir dari laman beritasatu.