Menteri Rachmat Gobel; Siap Kembangkan Energi Baru

Menteri Rachmat Gobel; Siap Kembangkan Energi Baru

Jakarta, Kabarindo- Mantan Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Rachmat Gobel menegaskan pemerintah akan fokus mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Pengembangan energi baru terbarukan ini merupakan bagian rencana pembangunan energi listrik 35 ribu MW hingga 2019, sehingga diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan, menjaga kemandirian dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Penegasan ini disampaikan Rachmat Gobel saat serah terima jabatan kepada Ketua METI Periode 2015-2018 Suryadharma di Jakarta, Senin (6/7). Rachmat Gobel memimpin sebagai Ketua METI pada periode 2012-2015.

Menteri Perdagangan Kabinet Kerja ini menyatakan Pemerintahan Joko Widodo akan fokus pada lima sektor dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk menciptakan kemandirian dan kesejahteraan rakyat yaitu pertanian, perikanan dan kelautan, energi, industri, dan pariwisata. Di bidang energi, pengembangan energi baru terbarukan akan ditingkatkan.

"Presiden berkomitmen untuk meningkatkan pengembangan energi baru dan terbarukan, sebagai bagian penting pencapaian pembangunan energi listrik 35 ribu MW dan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) hingga 20%, " tegas Rachmat.

Pemerintah akan mengacu pada kebijakan energi nasional. Sesuai Keppres Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional disebutkan bahwa sasaran kebijakan energi nasional, antara lain terwujudnya energi (primer) mix yang optimal pada tahun 2025, yaitu peranan masing-masing jenis energi terhadap konsumsi energi nasional.

Pemerintah akan mengurangi besar-besaran energi fosil minyak bumi. Minyak bumi diproyeksikan akan berkurang hingga 20%, sementara energi gas justru akan dinaikkan hingga mencapai 30%. Pemerintah juga mengoptimalkan energi batu bara hingga menjadi lebih dari 33%.

Sementara energi baru dan terbarukan dari bahan bakar nabati (biofuel) akan dinaikkan menjadi lebih dari 5%, panas bumi menjadi lebih dari 5%, energi baru dan energi terbarukan lainnya, khususnya biomassa, tenaga air, tenaga surya, dan tenaga angin menjadi lebih dari 5%, serta batubara yang dicairkan (liquefied coal) menjadi lebih dari 2% .

"Energi terbarukan harus diperjuangkan secara lebih serius karena lambat laun energi fosil akan semakin menipis dan habis. Pengembangan energi baru ini akan menggerakkan industri dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global," tuturnya.

Rachmat berharap ke depan, implementasi energi terbarukan akan semakin produktif, efisien, dan secara tidak langsung akan menumbuhkan pengusaha baru yang ramah lingkungan.

"Pengembangan energi terbarukan secara otomatis akan berimplifikasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat, menunjang pembangunan daerah, serta menguatkan ketahanan nasional," urai Rachmat Gobel.

Sebagai pengusaha waktu itu, Rachmat Gobel dari Gobel Dharma Nusantara, terpilih sebagai Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) periode 2012-2015 menggantikan Hilmi Panigoro (Medco).