Mentan RI, Amran Sulaiman; Apresiasi Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Mentan RI, Amran Sulaiman; Apresiasi Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Tanjung Priok, Jakarta, Kabarindo- Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman.

Akhir pekan ini mengapresiasi kinerja jajaran Kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang telah mengungkap jaringan produsen dan distributor pupuk illegal.

"Pertama, kami apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok, atas pengungkapan dan tertangkapnya sindikat pembuat serta pengedar pupuk illegal ini," ucapnya saat menghadiri konferensi pers yang digelar oleh jajaran Kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Priok di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ia menambahkan, dengan berhasil terungkapnya jaringan pembuat dan pengedar pupuk illegal ini, tidak menutup kemungkinan masih adanya tempat dan jaringan lain yang melakukan kegiatan illegal ini.

Mentan R.I juga menjelaskan bahwa  menurutnya kejahatan ini sangat merugikan para petani Indonesia, dan pupuk illegal tersebut dapat berdampak pada menurunnya daya saing hasil pertanian di Indonesia.

"Pupuk illegal ini akan merugikan para petani, apabila jatuh ke tangan petani dan jika  digunakan oleh mereka, maka kualitas dari hasil pertanian tidak sesuai harapan, karena pupuk yang dipakai tidak sesuai dengan standart kualitas (SNI), dan perbuatan ini bukan hanya para petani yang dirugikan tetapi negara akan mengalami kerugian luar biasa hingga ratusan milliar rupiah," ujar Amran.

Dalam gelar konferensi pers tersebut,  Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Drs. Nandang Jumantara yang turut hadir,  mengatakan bahwa pengungkapan sindikat/jaringan pembuat dan pengedar pupuk illegal ini adalah berkat informasi dari masyarakat.

Upaya pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja dari jajaran Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam mencegah peredaran barang-barang illegal yang tidak sesuai aturan serta tanpa memiliki ijin yang sah dalam peredaran barang, ungkap Nandang.

Pengungkapan jaringan ini juga disampaikan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hengki Haryadi, S.I.K., M.H yang mengatakan, sebelumnya petugas kami dari jajaran Reskrim telah mengumpulkan bukti bukti yang faktual terkait adanya pabrik yang membuat pupuk illegal ini, dan selanjutnya  petugas kami melakukan pengembangan informasi.

"Ada 6 kontainer yang kami dapatkan dalam hasil pengungkapan aksi kejahatan ini, kurang lebih 300san Ton pupuk illegal dari bermacam merk, diantaranya merk NPK BERLIAN 151515, NPK BERLIAN 161616, RAJA SAWIT PONSKHA, NPK PLUS PONSKHA, dan PHOSPATE ALAM SP-36. Dan rencananya semua barang tersebut akan didistribusikan ke wilayah Sumatera Utara, dan Aceh," ungkap jelas Hengki Haryadi.

Diharapkan pengungkapan ini terus dilakukan dan dikembangkan oleh jajaran Kepolisian Republik Indonesia, dan kami dari pihak Kementerian Pertanian R.I berterima kasih atas terungkapnya sindikat ini, dan masyarakat diharapkan jeli dalam memilih pupuk, apalagi dari sumber yang tidak jelas, tutup Menteri Pertanian dalam memberikan pesan terakhirnya.