Menpora Siap Buka Lomba Lari 10K; Perbatasan RI-PNG

Menpora Siap Buka Lomba Lari 10K; Perbatasan RI-PNG

Jakarta, Kabarindo- Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo.

Ia akan membuka secara resmi Lomba Lari Lintas Batas 10 K di perbatasan RI dengan Papua Nugini di Skouw, Jayapura, Papua, Rabu (30/10).

Menurut Konsul RI Vanimo Jahar Gultom melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, garis start lomba tersebut berada di KM 5 di Skouw, Jayapura, sementara finish di KM 5 Wutung di wilayah Papua Nugini.

Lomba lari 10 K yang untuk kedua kalinya diadakan itu akan diikuti setidaknya 400 pelari, termasuk para pelajar dari Jayapura dan Vanimo (Papua Nugini).

"Lari 10 K ini sudah ditetapkan sebagai agenda tahunan bersama antara Provinsi Papua Indonesia dan Provinsi Sandaun (Papua Nugini). Kehadiran Menpora RI dan pejabat olahraga dari PNG diharapkan akan menambah bobot event ini dalam mempererat hubungan persahabatan RI dan PNG," kata Jahar Gultom.

Selain untuk menggali potensi bibit-bibit di kalangan pelajar kedua negara, event dengan tema "Run For Friendship" juga diharapkan bisa mempererat persahabatan dan interaksi masyarakat, terutama di daerah perbatasan.

Lomba yang juga menyuguhkan atraksi budaya tari-tarian dari Jayapura dan Vanimo itu menyediakan hadiah sebesar Rp7 juta sebagai juara dan masing-masing Rp6 juta dan Rp5 juta untuk peringkat kedua dan ketiga.

Pada lomba tahun lalu, juara pertama kelompok putra diraih Hanafi dari Jayapura dengan catatan waktu 31 menit 10 detik dan juara kelompok putri diraih V.G.Manori, juga dari Jayapura dengan waktu 44 menit 21 detik.

Pelari asal PNG Marulia Dick meraih peringkat ketiga untuk kelompok putri dengan catatan waktu 51 menit 37 detik.

Menurut Jahar Gultom, kegiatan yang mendapat sambutan yang luas masyarakat kedua negara, khususnya di perbatasan itu didukung oleh Gubernur Papua dan Gubernur Sandaun (PNG), serta PT Freeport dan sponsor lainnya di Jayapura dan Vanimo.

"Kegiatan ini memiliki momentum yang baik untuk merealisasikan MoU Kerjasama Olahraga antara kedua Negara yang baru ditandatangani oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI dan Menteri Olahraga PNG di Jakarta pada 16 Juni 2013 lalu," kata Jahar seperti dilansir dari laman antaranews.