Menpar Arief Yahya; Optimis 2017 Kunjungan Wisman Tembus 15 Juta

Menpar Arief Yahya; Optimis 2017 Kunjungan Wisman Tembus 15 Juta

Gedung Sapta Pesona, Kempar, Jakarta, Kabarindo- Anda tentu ikut bangga dan sebagai anak negeri mendukung upaya dari Kementerian Pariwisata di bawah kepemimpinan Arief Yahya.

Tidak hanya ia adalah mantan CEO kondang dari Telkom yang memang di'amanah'kan oleh Jokowi-JK menjadi akselator brand communication yang 'akrab' dengan Wow Hermawan Kartajaya sehingga terlihat jelas modul pemasaran yang ia gunakan sangat efektif, efisien dan produktif sehingga tidak perlu waktu terlalu lama setelah ia harus beriklan cukup mahal di Paris, Inggris serta destinasi negara lainnya dari Bus Wisata Kota, Billboard sampai ruang publik lainnya di mancanegara sehingga brand 'Wonderful Indonesia' ikut wara-wiri di tayangan internasional AFC, TV Kabel dan lainnya sekaligus memilih Nadya Hutagalung dan blogger internasional untuk mem'bicara'kan destinasi wisata Indoensia di mancanegara.

"Capaian jumlah kunjungan wisatawan mancanegara Januari hingga Oktober lau 2016 secara kumulatif sebanyak 9.403.614 wisman, tumbuh 9,54% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebanyak 8.584.832 wisman. Diproyeksikan hingga akhir Desember 2016 target 12 juta wisma akan terlampaui dengan estimasi akan tercapai kunjungan wisman November sebesar 1,3 juta wisman dan Desember ini 1,5 juta wisman," jelasnya berapi-api dihadapan Gubernur Sumbar, perwakilan Aceh dan lainnya penerima World Halal Tourism Awards (WHTA) 2016 yakni 12 pemenang dari Indonesia berbagai kategori.

Sementara itu tampak hadir Ketua Umum Badan Promosi Pariwisata Indonesia, gabungan Industri Pariwisata, Sekretaris Umum PHRI, ASITA, Ketua Umum GIPI (Gabungan Industri pariwisata Indonesia), Putri Pariwisata 2016 Louise dan daddy Johnny Soegiarto dan lainnya.

Menarik, untuk Anda ketahui bahwa pemerintah telah menetapkan target pariwisata 2017 yakni kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 13%, devisa yang dihasilkan sebesar Rp. 200 Triliun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 12 juta, jumlah kunjungan wisman 15 juta dan pergerakan wisnus 265 juta serta indek daya saing (WEF) berada di ranking 40, dari posisi saat ini di rangking 50 dunia sedangkan target pariwisata 2019 yakni; jumlah kunjungan wisman 20 juta; pergerakan wisnus 275 juta, kontribusi terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 15%; devisa yang dihasilkan sebesar Rp. 280 Triliun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 12,6 juta, serta indek daya saing (WEF) berada di ranking 30 dunia.

Tak salah saat redaksi jadi narasumber untuk Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif yang mengusung tema Promosi Pariwisata Berbasis Digital Marketing membuahkan Asosiasi Pariwisata Touna dengan tagline #GoTogean2017. Menpar yang flamboyan dan asyik dalam berkomunikasi ini dari paparan dan preskon akhir tahunnya menggarisbawahi tiga program prioritas Kemenpar siap diimplementasi 2017 yaitu; Digital Tourism, HomeStay (Pondok Wisata) dan Konektivitas Udara. Artinya untuk meningkatkan kunjungan wisman secara signifikan Digital Tourism menjadi strategi yang harus dilakukan untuk merebut pasar global khususnya 12 pasar fokus yang tersebar di 26 negara.

Lanjut dijelaskan dari rilis yang diterima redaksi, Kempar galakkan ITX atau Indonesia Tourism Exchange yang menjadi digital market place platform dalam ekosistem pariwisata atau pasar digital yang mempertemuka buyers dan sellers dimana nantinya semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk dapat bertransaksi. "Kami berharap triwulan II/2017 sudah operasional 100% dan semua industri pariwisata sudah go digital," papar Menpar Arief lebih lanjut.

Ia ingatkan berkenaan dengan pembangunan HomeStay itu adalah pembangunan Desa Wisata di 2017 yang menjadi akselarator pembangunan 10 destinasi prioritas yang disebut 'Bali Baru' yaitu, Danau Toba (Sumut), Tanjung Kelayang (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jatim, Mandalika (Lombok, NTB), Labuan Bajo (Flores, NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku).

Dihadapan para Gubernur, ia pun menandaskan bahwa pariwisata adalan penyumbang PDB, Devisa dan lapangan pekerjaan paling MUDAH dan MURAH.

Dari banyak slide, redaksi tertarik melansir target 15 juta di tahun 2017 itu berasal dari Greater China sampai 2.543.000 lalu Singapura, Eropa, Australia, Malaysia dan lainnya.

Redaksipun mengaminkan karena Togean Island yang dimiliki oleh Tojo Una-Una Sulawesi Tengah sudah menjadi destinasi penting sejak tahun 70-an dan terkenal di belahan bumi Eropa, tidak hanya Jerman, Belanda, Denmark, turis dari Tiongkokpun, Taiwan dan Hong Kong sudah mulai memasuki perairan ToUna dengan bandara Tanjung Api yang baru diresmikan sebulan yang lalu.


Makin Optimis..............!