Mengelola Budaya Baca; Tanggung Jawab Semua Pihak

Mengelola Budaya Baca; Tanggung Jawab Semua Pihak

Surabaya, Kabarindo- Upaya membiasakan membaca buku bagi anak-anak di sekolah bukan hanya tanggung jawab guru atau kepala sekolah, namun harus dilakukan oleh semua pihak, baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat.

Kepala sekolah, guru, orang tua, teman dan masyarakat sekitar perlu bergerak bersama agar membaca menjadi kebiasaan setiap hari. Kepala sekolah mengelola sumber daya agar kegiatan membaca bisa terlaksana di sekolah. Guru melalui kegiatan pembelajaran dapat mengelola siswa untuk membiasakan diri membaca setiap hari meski hanya 10 menit. Orang tua di rumah menemani dan mendukung gerakan membaca di rumah. Sedangkan masyarakat di lingkungan sekitar dapat mendukung dengan perpustakaan lokal atau mengadakan kegiatan gemar membaca.

Untuk mendorong budaya baca, USAID PRIORITAS Jawa Timur melatih 65 fasilitator daerah dari 13 kabupaten / kota dalam Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk Pelatih Tingkat Propinsi di Jawa Timur di Malang pada 24-27 Agustus.

Pelatihan tersebut menggunakan Modul III dengan materi tentang “Pengelolaan Budaya Baca”. Ke-13 kabupaten / kota tersebut meliputi Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Sampang, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Pamekasan.

Sebelumnya, para peserta pelatihan mendapatkan pelatihan Modul II dengan materi tentang Menciptakan Program Membaca di Sekolah.

Dyah Haryati Puspitasari, Whole School Development USAID PRIORITAS Jawa Timur, mengatakan pengelolaan budaya baca menjadi tantangan bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung gerakan membaca.

Ia menjelaskan, ada 4 hal yang ditekankan dalam pelatihan tersebut. Yaitu mengetahui sejauh mana program budaya baca telah berjalan di sekolah masing-masing, mendapatkan cara-cara / kegiatan baru untuk meningkatkan budaya baca di sekolah, rumah dan masyarakat, mempunyai rencana pengembangan budaya baca yang baru di sekolah serta berbagi tindakan nyata antara kepala sekolah, guru dan komite sekolah dalam mengelola program budaya baca di sekolah / masyarakat.

“Modul III ini memberikan materi bagaimana keberlanjutan budaya baca terus dilakukan agar menjadi program tetap dan abadi yang dimiliki oleh sekolah,” ujar Dyah dalam rilis yang diterima dari USAID PRIORITAS Jatim pada Rabu (26/8/2015).

Dalam pelatihan tersebut, dibahas pula kiat  melakukan supervisi informal dan supervisi klinis di kelas, termasuk di dalamnya tentang mekanisme penilaian kinerja guru (PKG).