Mendag Sambangi Pasar Badung Denpasar; Pantau Harga Bahan Kebutuhan Pokok

Mendag Sambangi Pasar Badung Denpasar; Pantau Harga Bahan Kebutuhan Pokok

Denpasar, Kabarindo- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan hari ini.

Ia menyambangi Pasar Badung, Denpasar guna memantau harga bahan kebutuhan pokok di pasar tersebut. Kunjungan kali ini dilakukan untuk memantau secara langsung perkembangan harga di pasar tersebut menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2014.

“Pemerintah akan terus berusaha menjaga agar stabilitas harga bahan pokok dapat terus terkontrol,” ungkap Mendag.

Pasar Badung merupakan pasar tradisional terbesar di Denpasar yang terletak sekitar satu kilometer dari pusat Kota Denpasar, tepatnya terletak di kawasan pertokoan Jalan Sulawesi No. 1, Kecamatan Denpasar Barat. Pasar Badung menjual berbagai macam kebutuhan seperti buah, sayur, kebutuhan pokok, piranti rumah tangga, peralatan upacara, perlengkapan sekolah, perlengkapan pesta, hingga barang-barang kesenian, dan sebagainya seperti halnya pasar pada umumnya.

Pasar Badung merupakan tempat yang murah untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan yang diperlukan. Kelebihannya, selain karena bebas menawar, Pasar Badung juga merupakan tempat berkumpulnya para pedagang besar, sehingga konsumen bisa mendapatkan harga langsung dari tangan pertama yang lebih murah.

Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Badung, harga bahan kebutuhan pokok pada 30 November 2013 dibanding sehari sebelumnya untuk komoditas beras (Rp 8.200/kg), gula pasir (Rp 11.500/kg), minyak goreng curah (Rp 12.000/liter), tepung terigu (Rp 8.500/kg), dan kedelai (Rp 10.000/kg). Selain itu, daging sapi (Rp 78.000/kg), daging ayam broiler (Rp 30.000/kg), telur ayam ras (Rp 16.000/kg), cabe merah besar (Rp 18.000/kg), cabe rawit merah (Rp 16.000/kg), bawang merah (Rp 30.000/kg) dan bawang putih (Rp 11.000/kg) tidak mengalami perubahan harga selama dua hari terakhir.

Melihat langsung harga-harga kebutuhan di pasar tersebut, Mendag mengatakan, “Pemerintah akan terus melakukan pemantauan harga secara intensif dan melakukan langkah koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kenaikan harga”.

Sementara itu, berdasarkan hasil publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan Oktober 2013 terjadi inflasi sebesar 0,09%, setelah pada bulan sebelumnya terjadi deflasi sebesar 0,35%. Meskipun terjadi inflasi pada bulan Oktober 2013, namun khusus untuk kelompok bahan makanan memberikan andil deflasi sebesar 0,15%. Beberapa komoditas pangan yang memberikan andil deflasi antara lain daging ayam ras (0,12%), bawang merah (0, 11%), telur ayam ras (0,04%), dan cabe rawit (0,01%).

Mendag menyampaikan, “Pemerintah menaruh perhatian besar bagi ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok guna memenuhi kebutuhan masyarakat”.

Di sela-sela kunjungannya, Mendag mengimbau agar masyarakat secara aktif dapat menginformasikan kepada pemerintah jika terjadi kelangkaan bahan kebutuhan pokok di daerahnya sehingga pemerintah dapat berkoordinasi dengan para pelaku usaha untuk segera mengisi kelangkaan tersebut. “Masyarakat seharusnya tidak perlu khawatir karena pemerintah akan terus menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Mendag juga menjelaskan bahwa perkembangan harga rata-rata bahan pokok di tingkat nasional pada 29 November 2013 dibandingkan dengan harga rata-rata bahan pokok di tingkat nasional pada 28 November, umumnya relatif stabil dan mayoritas mengalami penurunan. Beberapa harga bahan pokok yang mengalami penurunan yaitu cabe merah keriting sebesar 1,24% menjadi Rp 28.640/kg; kedelai 0,47% menjadi Rp 10.540/kg; cabe rawit merah sebesar 0,46% menjadi Rp 34.760/kg; bawang merah sebesar 0,13% menjadi Rp 30.540/kg; dan daging sapi sebesar 0,03% menjadi Rp 91.370/kg.

Sedangkan yang mengalami kenaikan harga adalah cabe merah besar sebesar 0,50% menjadi Rp 30.100/kg; beras medium 0,23% menjadi Rp 8.590/kg; telur ayam ras 0,22% menjadi Rp 18.610/kg; bawang putih 0,14% menjadi Rp 14.460/kg; gula pasir 0,08% menjadi Rp 11.960/kg; dan daging ayam broiler 0,07% menjadi Rp 28.210/kg. Walaupun mengalami kenaikan, harga komoditi tersebut masih relatif stabil karena pergerakan kenaikan harganya ≤ 1%. Sementara untuk komoditas minyak goreng curah dan tepung terigu tidak mengalami perubahan.