Mendag Rahmat Gobel; Siap Lakukan Efisiensi Untuk Genjot Ekspor

Mendag Rahmat Gobel; Siap Lakukan Efisiensi Untuk Genjot Ekspor

Meeting Room Lantai 5, Gedung Utama, Kemendag, Jakarta, Kabarindo- Ada tradisi doorstop atau jurnalis ketemu pejabat Kemendag tiap Jumat termasuk Menteri.

Itu pun berlaku dan ini menjadi salam perkenalan para jurnalis yang posting di Kemdag agar tradisi dari menteri sebelumnya dapat diteruskan oleh Rahmat Gobel sebagai Mendag baru.

"Saya persilahkan untuk doorstop dan tentu saja tidak semua yang keluar dari pernyataan saya untuk dikutip tapi media harus jeli melihat hal yang punya manfaat dan positif untuk publik menjadi prioritas karena sebagai pengusaha optimisme target ekspor harus naik 300% walau realitasnya tidak demikian, saya harus optimis mewujudkan itu," jelas pria yang mengaku sudah punya industri penggilingan beras yang semua komponennya dari Indonesia karena ada integrasi untuk efektif sehingga produksi bisa meningkat.

Sesaat sebelum Jumatan di helat dan sudah bertemu dengan para pelaku usaha di KADIN, senyum menyeruak dan mengajak para jurnalis beranjak dari press room yang sempit ke ruangan meeting hall lebih luas untuk makan siang bersama sambil berdiskusi.

Sembari menikmati makan siang dan beberapa pertanyaan media, mulai dari fakta target revitalisasi pasar tradisional sampai 5000 unit sampai mengupayakan penghentian impor produk pangan dengan menaikkan kualitas dan suplai ketersediaan produk sehingga Indonesia tidak bergantung dengan negara lain.

Redaksi mencoba menilik antusiasme UKM dalam berkompetisi menyambut era MEA termasuk mencontoh China dengan Shenzennya yang sebenarnya, Rahmat Gobel punya cara yang jitu bersama kabinet kerja untuk menciptakan iklim yang sama untuk home industri dapat berkolaborasi dengan pabrikan besar.

"Saya setuju dengan pak Wapres dengan JK Collection, saya akan mem-follow sebagai inisiator untuk mempromosikan Sepatu JK- sepatu produk buatan Indonesia asal Cibaduyut Bandung dengan membantu industri penyamakan kulit dengan kualitas kulit terbaik serta design terbaru sehingga bisa untuk ekspor. Jadi setuju sekali bahwa pengusaha dapat membina para UKM seperti yang saya lakukan untuk Radio Batik. Anda tahu tentang produk Cawang Premiradio sudah saya ajak jalin kerjasama dengan pak Sobur dengan harga 2,5 Juta per unit sebagai Radio Batik yang laris manis di Dubai dan Timur Tengah. Sudah ikut menyumbangkan komponen radio dari Panasonic untuk mendukung produk Radio batik tersebut ke pasar umrah atau jamaah haji yang signifikan sehingga bisa membuat pabrik," papar Rahmat sumringah sambil makan siang bersama dengan para jurnalis.

Rahmat Gobel juga sudah menginisiasi kerjasama lintas Kementerian Luar Negeri untuk memaksimalkan kerja Dubes dan Konjen agar memetakan potensi pasar negara bersangkutan agar dapat memberi kesempatan produk dalam negeri dapat difasilitasi untuk ekspor.

Mendag Rahmat juga mengingatkan jurnalis sebagai intelejen dari Kemdag untuk mematai para pelaku usaha yang tidak fair atau pola kerja dari kemdag yang tidak efisien dan laporkan ke kami.

Ikut mendampingi Kepala Bapebti, Dirjen Daglu dan dalam negeri, Sesditjen, Kepala KPI dan pejabat eselon 1 dan 2 bersama dengan Kapushumas.


Selamat bekerja pak..........!