Mendag Rachmat Gobel; Pastikan Stok Beras Aman

Mendag Rachmat Gobel; Pastikan Stok Beras Aman

Jakarta, Kabarindo- Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Ia memastikan stok beras menjelang puasa dan lebaran aman dengan harga yang stabil.

"Kemendag bertanggung jawab terhadap pengamanan ketersediaan dan stabilisasi harga komoditas pangan di pasar, sekaligus sebagai salah satu lembaga yang ikut menjaga pengendalian laju inflasi. Saat ini, kami pastikan stok beras dalam kondisi aman dan harga terkendali," tegas Mendag Rachmat Gobel, di Jakarta akhir pekan ini.

Untuk mengamankan stok beras nasional, Mendag bersama Kementerian Pertanian dan Bulog tengah melakukan verifikasi data stok beras nasional. Selanjutnya, perkembangan data stok beras secara berkala akan dilaporkan kepada Presiden, Wakil Presiden, Menteri Sekretaris Negara, Kepala Staf Kepresidenan, dan Menteri terkait lainnya.

"Perkembangan stok beras nasional ini akan menentukan kebijakan pemerintah dalam melakukan stabilisasi harga di pasar, termasuk dalam menentukan operasi pasar di sejumlah wilayah yang terjadi gejolak harga," tutur Rachmat.

Dengan demikian, kekurangan pasokan beras untuk kebutuhan pangan masyarakat bisa dipenuhi dengan baik sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang dapat merugikan rakyat, serta
mempengaruhi perekonomian nasional dan kesejahteraan petani. Sebab, pada umumnya petani juga konsumen beras.

Mendag memastikan opsi untuk menambah stok beras akibat anomali cuaca yang mempengaruhi kegiatan musim tanam dan panen segera diatasi dengan tetap mengikuti garis kebijakan dan instruksi Presiden. Kemungkinan panen raya masih akan terjadi bulan Juli. "Koordinasi Kementerian akan kami lakukan dengan intensif, untuk menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan," ujarnya.

Impor Langkah Terakhir
Sementara itu, terkait kebijakan impor beras yang selama ini diwacanakan, Mendag meyakinkan bahwa impor beras merupakan langkah terakhir yang akan diambil pemerintah.

"Impor itu opsi terakhir yang harus ditempuh untuk memperbesar stok minimal Bulog sebagai cadangan beras pemerintah," kata Mendag.

Sampai saat ini, Kemendag tetap akan mengacu kepada kebijakan Presiden terkait beras. Langkah itu dimaksudkan mencapai kedaulatan pangan. Mengurangi ketergantungan impor pangan merupakan tindakan yang strategis untuk mencapai swasembada pangan, meningkatkan ekonomi petani, dan memperkuat kinerja serta aktivitas di sektor pertanian. "Hal ini untuk menegaskan langkah, target, dan keinginan pemerintah menjadi negara dengan ketahanan pangan yang kuat," pungkas Mendag Rachmat.