Mendag RI Sambangi Pasar Percontohan Grabag; Di Kabupaten Purworejo

Mendag RI Sambangi Pasar Percontohan Grabag; Di Kabupaten Purworejo

Purworejo, Jawa Tengah, Kabarindo- Pasar Grabag dipilih sebagai Pasar Percontohan karena lokasinya yang strategis yakni di pertigaan jalan dan karena jaraknya yang jauh dari ibukota Kabupaten (± 30 km).

Pasar yang menjadi tumpuan hidup 198 pedagang ini sebelumnya dalam kondisi yang kurang memadai. Berlantaikan batu dan tanah serta posisi pasar yang juga lebih rendah dari jalan raya Kutoarjo-Ketawang menyebabkan banjir apabila terjadi hujan.

Dengan program revitalisasi Kementerian Perdagangan tahun 2011, dibangun 49 kios dan 7 los serta saran pendukung lainnya untuk dapat menampung keseluruhan 198 pedagang.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri menjelaskan bahwa dalam program Pasar Percontohan, para pengelola dan pedagang pasar diberi pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam mengelola pasar.

“Kami juga membentuk tim khusus yang memberi masukan, rekomendasi dan pendampingan, misalnya dalam hal mendesain pasar yang cocok dengan lokasi, adat, budaya, penghasilan dan kekhasan daerah tersebut,” imbuhnya.

Kementerian Perdagangan mengharapkan dengan kondisi pasar percontohan yang memadai dapat terus meningkatkan transaksi jual beli serta titik temu langsung antara penjual dan pembeli yang akan menjadi penggerak ekonomi secara nasional. Karenanya, perbaikan yang dilakukan tidak hanya terbatas secara fisik namun juga perbaikan pengelolaan manajemen dan pemberdayaan pedagang.

Dalam program binaan ini, Kementerian Perdagangan juga memfasilitasi pelaksanaan pos ukur ulang dalam rangka meningkatkan tertib ukur guna
melindungi konsumen.

Mendag menggarisbawahi bahwa Kementerian Perdagangan memiliki komitmen agar program Pasar Percontohan dapat berjalan dengan baik, sehingga pasar dapat menjadi kebanggaan bagi rakyat sekitarnya. “Kami akan terus memantau perkembangannya. Namun tentu saja keberhasilan konsep dan pelaksanaan program ini tergantung dari kerja sama yang baik dari seluruh pemangku kepentingan, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, maupun
para pengelola pasar, pedagang dan konsumen,” tambahnya.

Lebih lanjut Mendag berpesan agar pasar yang telah diperbaiki untuk selalu dijaga dan dipelihara dengan baik oleh para pengguna pasar, terutama pedagang dan konsumen. “Jika dirawat dengan baik, kami yakin pasar akan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Pasar Grabag merupakan pasar tradisional yang menjual kebutuhan sembako, hasil pertanian dan unggas. Ciri khas makanan yang ada di Pasar Grabag adalah Clorot yang dibungkus dengan daun kelapa dengan bentuk kerucut dan terbuat dari bahan tepung beras, dicampur dengan gula merah lalu dibungkus dengan cara yang unik.

Hari pasar berlangsung setiap hari Senin dan Jumat namun kini banyak pedagang yang juga melakukan transaksi di luar hari pasar.

Pada tahun 2011, Kementerian Perdagangan telah mengalokasikan anggaran Tugas Pembantuan untuk pembangunan/revitalisasi pasar tradisional di 75 kabupaten/kota sebesar Rp 400 miliar, termasuk untuk 10 Pasar Percontohan. Pada tahun 2012, Kemendag mengalokasikan dana APBN sebesar Rp 180,5 miliar untuk merevitalisasi 20 Pasar Percontohan baru di 20 kabupaten/kota. Pasar Grabag mendapatkan alokasi APBN tahun 2011 sebesar Rp 4 miliar yang diperuntukan bagi pembangunan 49 kios, 7 los dan parkiran, sedangkan dari APBD sebesar Rp 1,1 miliar yang digunakan untuk meninggikan tanah.

Pasar Grabag adalah pasar ke-7 yang diresmikan oleh Mendag dari 10 pasar yang telah direvitalisasi sebagai Pasar Percontohan pada 2011 oleh Kemendag. Sebelumnya, Mendag telah meresmikan Pasar Cokro Kembang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah; Pasar Skouw di Kota Jayapura, Papua; Pasar Pattalasang di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan; Pasar Agung di Kota Denpasar, Bali; Pasar Minulyo di Kabupaten Pacitan; dan Pasar Pangururan di Kabupaten Samosir.