Mendag RI; Resmikan Pabrik Baru

Mendag RI; Resmikan Pabrik Baru

Bekasi, Kabarindo- Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Ia kembali menegaskan optimismenya untuk mencapai target ekspor 300%, melalui ekspor produk kosmetik Indonesia, khususnya produk essential oil dan toiletries.

Penegasan itu diungkapkan Rachmat saat meresmikan kantor pusat dan pabrik baru PT. Mandom Indonesia Tbk. di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, hari ini (12/6). “Pemerintah optimis PT. Mandom Indonesia Tbk. sebagai salah satu produsen kosmetik terbesar di Indonesia yang memproduksi essential oil dan toiletries mampu mendorong pencapaian target ekspor nasional 300%. Selama ini, PT. Mandom telah mengekspor produk-produknya ke negara-negara ASEAN, Timur Tengah, bahkan Eropa. Ini berarti produk essential oil dan toiletries Indonesia sudah sangat mampu bersaing di pasar global,” ujar Mendag Rachmat. Ekspor essential oil dan toiletries Indonesia pada 2014 mencapai nilai USD 1,2 miliar dengan tren pertumbuhan 9,4% selama periode 2010-2014. Sedangkan nilai ekspor pada periode Januari-Maret 2015 mencapai USD 301 juta. Dengan peresmian pabrik baru ini, PT. Mandom diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspornya. Peresmian ini dihadiri President Executive Officer Mandom Corporation Japan Motonobu Nishimura, Senior Executive Officer Kajima Corporations Keisuke Koshijima, President Director-Chief Executive Officer PT. Mandom Indonesia Tbk. Takeshi Hibi, dan CEO PT. Mandom Indonesia Tbk. Muhammad Makmun Arsyad. Melihat kualitas dan daya saing global yang dimilikinya, Mendag Rachmat berharap PT. Mandom Indonesia Tbk fokus pada produk ekspor. “Sebagai produsen kosmetik terdiversifikasi, saya harap PT. Mandom bisa fokus pada bisnis ekspor dan menjadi salah satu Asia’s Global Company yang berbasis di Indonesia,” tuturnya. Sejak tahun 1969 PT. Mandom Indonesia Tbk. terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Produk-produk perawatan rambut dan wangi-wangian sudah sangat dikenal masyarakat, seperti Gatsby, Pixy, dan Pucelle. Ada pula merek Tancho, Mandom, Spalding, Lovillea, Miratone, dan beberapa merek yang khusus diproduksi untuk ekspor. Kementerian Perdagangan berkomitmen akan meningkatkan ekspor melalui diversifikasi produk dengan titik berat produk manufaktur 65% dan produk primer 35%. Upaya lain dilakukan melalui diversifikasi pasar ekspor melalui peningkatan produk bernilai tambah, mengintensifkan diplomasi perdagangan guna mengatasi hambatan tarif dan nontarif, serta optimalisasi peran perwakilan RI di luar negeri.

Mendag Rachmat mengharapkan pabrik baru PT. Mandom Indonesia Tbk. dapat meningkatkan kinerja industri kosmetik di Indonesia. Pertumbuhan industri ini akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lebih besar dan pada akhirnya dapat memajukan perekonomian Indonesia. Saat ini PT. Mandom Indonesia Tbk. telah mengekspor produk-produknya ke beberapa negara, antara lain Uni Emirat Arab (UEA), Jepang, India, Malaysia, dan Thailand. Melalui UEA, produk-produk di-reexport ke berbagai negara di Afrika, Timur Tengah, Eropa Timur, dan masih banyak lagi. Dengan jangkauan eskpor yang luas, Mendag Rachmat mendorong para produsen kosmetik dan toiletries dapat merebut peluang pasar kosmetik pada saat berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN.