Mendag RI; Perkenalkan Revolusi Mindset

Mendag RI; Perkenalkan Revolusi Mindset

Jakarta, Kabarindo– Ini berita yang tersisa yang patut Anda ketahui dari kunjungan Presiden Jokowi dan para menteri di AS beberapa waktu lalu.

Para Menteri Ekonomi ASEAN mendorong investor Amerika Serikat (AS) berinvestasi ke ASEAN.

Permintaan ini dilakukan saat dimulai rangkaian ASEAN Economic Minister (AEM) Roadshow di AS melalui dialog dengan US-ASEAN Business Council, sebagai implementasi ASEAN 2015 dan Visi ASEAN Economic Community 2025 di beberapa waktu lalu.

“ASEAN telah dan akan terus melanjutkan reformasi kebijakan perdagangan dan investasi di kawasan. Hal ini akan menarik bagi investor asing karena ASEAN menjadi kawasan yang makin kompetitif,” ujar Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong.

Pada hari pertama AEM Roadshow itu, Presiden RI Joko Widodo berkesempatan memberikan keynotes di hadapan sejumlah CEOs, Menteri Ekonomi ASEAN, dan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Michael Froman, serta tamu undangan sebelum memulai ASEAN-US Joint Consultative Meeting.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi secara gamblang menjelaskan langkah-langkah pemerintah dalam memperbaiki iklim usaha dan perekonomian Indonesia, serta investasi yang ramah bagi dunia usaha melalui berbagai Paket Kebijakan Deregulasi Ekonomi. "Upaya ini akan terus dilakukan sejalan dengan respons pasar yang positif,” jelas Mendag Thomas.

Presiden Jokowi mengungkapkan berbagai contoh kebijakan deregulasi antara lain penghapusan peraturan yang tidak perlu dan tumpang tindih, penyederhanaan sistem perizinan, dan pembukaan sektor-sektor usaha yang selama ini sensitif bagi investasi asing.

Mendag Thomas mengatakan, Presiden Jokowi menunjukkan keberhasilan kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah. Saat ini kondisi perekonomian Indonesia mulai menunjukkan perbaikan dan mengarah lebih stabil. Meskipun, pada saat yang sama, pasar modal Tiongkok dan AS melemah hingga mengakibatkan jatuhnya harga minyak mentah dunia.
Revolusi Mindset

Mendag Thomas dan beberapa Menteri Ekonomi ASEAN menyampaikan pandangan dan langkah-langkah Indonesia dan ASEAN dalam membangun integrasi ekonomi ASEAN dalam 10 tahun ke depan.

Menurut Thomas, kata kunci menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dalam rangka integrasi ekonomi ASEAN adalah adanya revolusi pola pikir (mindset). Pelaku usaha harus memiliki visi keterbukaan dan kompetisi di era ekonomi yang semakin mengandalkan teknologi digital sekarang ini.

“Dengan terus melakukan perbaikan dan reformasi, Indonesia memiliki peluang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik dengan memanfaatkan kekuatan demografi dan kekayaan budayanya,” ujar Thomas.

Sambut Baik ASEAN-US Connect
Pada hari yang sama, Mendag Thomas bersama USTR Ambassador Froman dan Menteri Perdagangan Laos Khemmani Pholsena juga memimpin pertemuan ASEAN-US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) Joint Council Meeting.

Para Menteri Ekonomi ASEAN menyambut baik usulan AS dalam pembentukan ASEAN-US Connect yang bertujuan meningkatkan kerja sama ekonomi dan membangun suatu mekanisme kerja yang baik antara ASEAN dan AS. "Kami juga mendukung pelaksanaan workshop bagi peningkatan pemahaman negara anggota ASEAN yang bukan anggota TPP (Trans-Pacific Partnership),” jelas Mendag Thomas.

Guna mengimplementasikan secara efektif ASEAN-US Connect, Thomas menyatakan para Menteri Ekonomi ASEAN juga menyambut baik pembentukan tiga hub ASEAN-US Connect di Jakarta, Singapura, dan Bangkok.

Pada akhir roadshow hari pertama, para Menteri Ekonomi ASEAN melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi Autodesk, City of San Francisco, yaitu sebuah perusahaan pelopor desain 3D, engineering, dan perangkat lunak hiburan digital. Para menteri diperkenalkan kemajuan teknologi digital dalam mendesain dan membangun produk inovatif yang selama ini telah banyak dimanfaatkan AS saat membangun jembatan Bay Bridge di San Francisco.
Tiongkok juga telah memanfaatkan teknologi tersebut dalam pembangunan Shanghai Tower di Tiongkok.