Mendag RI Peduli Kedelai Lokal; Sambangi Sentra Tahu Utan Kayu

Mendag RI Peduli Kedelai Lokal; Sambangi Sentra Tahu Utan Kayu

Utan Kayu, Jakarta Timur, Kabarindo- DKI Jakarta punya banyak sentra pembuatan tahu dan tempe yang tersebar di 5 wilayah.

Dari kunjungan Gita Wirjawan selaku Menteri Perdagangan ke Samanan Kali Deres Jakarta Barat beberapa waktu lalu dan pagi ini bersama dengan para importir kedelai dan pengurus Koperasi Pengrajin tahu tempe Indonesia-Kopti.

Gita Wirjawan menyambangi paling tidak 3 pabrik pembuatan tahu yang memang ia akui sana sini menggunakan kedelai impor.

Para pengusaha atau pengrajin tersebut adalah Iwan Imanudin, Ujang Sutarya dan lainnya sebagai pemilik pabrik tahu yang dari informasi diperoleh dari Ketua Sentra Tahu Utan Kayu, Benni Hasyim bahwa kebutuhan mereka akan kedelai itu adalah 6 ton perhari dan sudah beberapa bulan ini agak susah menggunakan kedelai lokal sehingga harus membeli kedelai impor.

Tentu saja kehadiran beberapa importir seperti PT.Jakarta Sereal yang dipimpin oleh Singgih Sutanto sangat membantu kebutuhan terseut dengan operasi pasar dengan menjual harga kedelai murah yaitu Rp. 8.350,- per kgnya.

"Saya mengimpor kedelai Amerika dari mid west 710 $ per ton belum termasuk bea masuk 5% sehingga dalam kondisi fluktuasi Rupiah yang tidak stabil seperti saat ini berharap ada kebijakan pengurangan bea masuk sangat membantu kami," jelas Singgih.

Dari pantauan redaksi, Jakarta Timur tepatnya di kawasan Utan Kayu  memiliki 21 pabrik pembuatan tahu dan per pabrik memperkerjakan 10-20 orang yang digaji perhari 75 rb.

"Saya tentu saja akan terus memperjuangkan agar harga kedelai bisa terjangkau, walau tidak menyukai mekanisme impor tetap saja suplai kedelai lokal tidak mencukupi kebutuhan nasional sehingga harus impor termasuk Bulog dan Kopti pun sudah kami setujui dan sarankan untuk impor dengan harga jual yang terjangkau oleh pengrajin. Apabila ada pernyataan bahwa kedelai impor karena ukurannya lebih besar lebih bagus daripada lokal dan tahu lokal hanya cocok dengan kedelai  lokal saya pikir itu tidak juga karena saya percaya kita punya varietas kedelai unggulan yang besar hanya dikarenakan produksi yang terbatas mengakibatkan kedelai impor harus masuk," papar Gita lugas sambil menyalami para pengrajin tahu termasuk nenek-nenek yang baru saja sembuh dari strokenya yang masih setia berkutat memproduksi tahu sebagai sumber protein andalan masyarakat bawah.


Ayo Tanam Kedelai Untuk Memasok Kebutuhan Nasional.................!