Mendag Di KAA; Apresiasi Delegasi Mesir

Mendag Di KAA; Apresiasi Delegasi Mesir

Jakarta, Kabarindo- Di sela penyelenggaraan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dan pertemuan Asia Africa Business Summit (AABS).

Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel menerima komitmen kerja sama perdagangan dari Delegasi Pengusaha Mesir. Para pengusaha Mesir ini tergabung dalam Egyptian-Indonesia Business Council (EIBC) yang diketuai Eng. Mohamed A. Baraka yang sekaligus delegasi KAA.

“Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi komitmen kerja sama perdagangan dari Delegasi Pengusaha Mesir. Komitmen ini ditunjukkan Mesir dengan mengirim delegasi dalam jumlah besar. Ini menunjukkan besarnya perhatian Mesir terhadap Indonesia sebagai salah satu mitra dagang terbesarnya," tegas Rachmat Gobel di Jakarta, Selasa (21/4).

Menurut Mendag, antusiasme pengusaha Mesir untuk menjalin kerja sama dengan pengusaha Indonesia, menunjukkan bahwa produk Indonesia cukup kompetitif dan memiliki kualitas yang baik. Para pengusaha Mesir mengincar sejumlah komoditas seperti ban kendaraan bermotor, produk makanan hasil laut, aki mobil, buah segar, makanan olahan, suku cadang, office furniture, dan alat-alat tulis.

Sebelumnya pada Desember 2014, Baraka dan para pelaku usaha Mesir yang tergabung dalam EIBC telah melakukan kunjungan kehormatan kepada Mendag yang dilanjutkan dengan kegiatan misi dagang. Dalam kesempatan itu, Mesir sukses mencatatkan transaksi misi dagang sebesar USD 41,25 juta yang terbagi dalam kaegori produk elektronik dan home appliances sebesar USD 1 juta, produk food stuff (USD 1 juta), ban kendaraan (USD 32 juta), alloy wheel (USD 7 juta), dan produk toilet soap (USD 25 ribu). Selain itu, perusahaan Pyramid Glass Egypt juga berhasil menggandeng BBC Glass di Tangerang untuk joint venture pendirian pabrik glassware di Fayoum, Mesir, dengan total nilai investasi sebesar USD 9 juta.

Mendag mengharapkan keberadaan EIBC dapat menjadi jembatan yang dapat memfasilitasi kerja sama pelaku usaha dari kedua negara di berbagai sektor perdagangan. "Saya minta EIBC dapat menjadi garda terdepan untuk mempromosikan produk-produk ekspor Indonesia kepada konsumen Mesir," pinta Rachmat Gobel.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengungkapkan bahwa sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam, Mesir merupakan pasar yang potensial bagi Indonesia, khususnya untuk produk makanan olahan, fesyen muslim, ban, dan suku cadang kendaraan bermotor. Meskipun sudah banyak produk Indonesia yang diekspor ke negara Piramida tersebut, namun belum mencerminkan potensi dan peluang yang ada, sehingga perlu terus ditingkatkan.
Selain itu Nus menambahkan, posisi strategis Mesir yang menghubungkan benua Asia, Afrika, dan Eropa dengan adanya terusan Suez dapat dimanfaatkan Indonesia sebagai pintu gerbang perdagangan ke wilayah sekitarnya.

“Diharapkan produk ekspor Indonesia tidak hanya sampai ke Mesir, tetapi juga ke negara-negara tetangga Mesir lainnya. Peluang ini harus dapat digarap maksimal oleh para eksportir Indonesia,” ujar Nus.

Kinerja Perdagangan Indonesia-Mesir
Mesir merupakan salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Afrika. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), nilai total perdagangan Indonesia-Mesir pada 2014 mencapai USD 1,49 miliar, dengan surplus sebesar USD 1,2 miliar untuk Indonesia. Selama lima tahun terakhir (2010-2014) tren perdagangan kedua negara tercatat sebesar 4,1%. Nilai ekspor Indonesia ke Mesir pada periode Januari-Februari 2015 tercatat sebesar USD 209,25 juta.
Sementara nilai impor Indonesia tercatat sebesar USD 14,80 juta, sehingga pada periode tersebut Indonesia surplus USD 194,44 juta.

Produk ekspor utama Indonesia ke Mesir meliputi emas, kabel dan konduktor listrik, furnitur, bahan tekstil, pakaian jadi, buah segar, dan tembaga. Sedangkan impor Indonesia dari Mesir, antara lain maizena, gandum, fosfat, kacang kedelai, serta iron ores dan konsentratnya.

Hubungan kerja sama bilateral Indonesia-Mesir yang cukup baik ini diharapkan dapat diikuti dengan peningkatan kerja sama perdagangan kedua negara.
Kehadiran para pengusaha Mesir pada penyelenggaraan AABS diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret antara pelaku usaha dari kedua negara yang pada akhirnya akan meningkatkan volume perdagangan Indonesia dan Mesir.