Mendag Dampingi Presiden; Lepas Ekspor Rp 1,2 Triliun

Mendag Dampingi Presiden; Lepas Ekspor Rp 1,2 Triliun

Jakarta, Kabarindo– Momentum Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai pasar tunggal ASEAN segera diimplementasikan awal 2016 mendatang.

Pemerintah provinsi diminta menghadapi era pasar bebas sebagai peluang untuk menggali komoditas ekspor potensial daerahnya demi meningkatkan ekspor nasional. Salah satu daerah yang giat menggali potensi ekspor adalah Sulawesi Selatan (Sulsel) lewat Gerakan Peningkatan Ekspor Sulsel Tiga Kali Lipat dan Gerakan Sulsel ber-SNI.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengapresiasi terobosan kreatif tersebut.

“Berkreasilah demi peningkatan ekspor. Daerah-daerah di Indonesia jangan hanya menunggu arahan pusat, tapi juga harus mampu menangkap setiap peluang yang ada, agar lebih berdaya saing di tengah perlambatan ekonomi ini,” ujar Mendag saat mendampingi Presiden Jokowi di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulsel, beberapa waktu lalu.

Gerakan Peningkatan Ekspor Sulsel Tiga Kali Lipat dan Gerakan Sulsel ber-SNI secara resmi dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Sebanyak 333 kontainer berisi 27 komoditas ekspor unggulan Provinsi Sulsel dilepaskan ke 24 negara tujuan. Ekspor tersebut melibatkan tujuh sektor dengan nilai Rp 1,2 triliun.

Salah satu contoh komoditas yang tidak dipikirkan di sejumlah daerah tapi justru disiapkan di Sulsel adalah dedak gandum dan telur ikan terbang. “Siapa sangka dedak gandum dan telur ikan terbang dapat diekspor? Daerah lain harus contoh itu. Gali dan temukan potensi komoditas masing-masing agar dapat bernilai tambah dan berdaya saing,” lanjut Mendag.

Komoditas yang diekspor antara lain ikan tuna beku, kepiting, gurita beku, ikan segar, kakao liqueur, bubuk kakao, kopi, kakao, buah markisa, jagung, butsudan (dupa), kayu olahan, rumput laut, karet, minyak mete, kulit mete, mete kupas, tepung terigu, dedak gandum, kulit reptil, semen, nikel, marmer, ikan hidup, dan telur ikan terbang.

Sebanyak 24 negara yang menjadi tujuan pasar ekspor tersebut adalah Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Italia, Puerto Rico, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Filipina, Inggris, Taiwan, Republik Rakyat Tiongkok, Israel, Polandia, Denmark, Uni Emirat Arab, Kuwait, Saudi Arabia, Ukraina, Spanyol, Vietnam, dan Timor Leste.

Meningkat 10,92% Dalam dua tahun terakhir, ekspor Sulsel mengalami peningkatan sebesar 10,92% dengan nilai ekspor sebesar USD 1,75 miliar selama 2014. Pada tahun 2014, terdapat 62 jenis komoditas yang diekspor. Komoditas tersebut terdiri dari 16 komoditas pertanian, 42 produk industri, dan satu produk tambang dengan pasar dominan Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, dan Malaysia. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berambisi mencapai ekspor sebesar USD 4,64 miliar pada tahun 2018 mendatang.