Menanti Special Project; Java Jazz Festival Ke-11 Siap Di Gelar Besok

Menanti Special Project; Java Jazz Festival Ke-11 Siap Di Gelar Besok

Jakarta, Kabarindo- Paling tidak setelah Jepang, Korea dan Singapura yang berakhir hari ini.

Festival musik jazz paling besar di Asia bakal diadakan pada pekan ini, yaitu pada 6,7, dan 8 Maret 2015.

Java Jazz Festival yang akan mengambil lokasi di Jakarta International Expo (JIE) Kemayoran merupakan penyelenggaraan ke-11.

Java Jazz Festival tahun ini mengambil tema "Exploring Indonesia".

Dengan tema ini, Java Jazz Festival bakal menyuguhkan harmonisasi musik jaz dengan budaya Indonesia. Untuk mendukung "Exploring Indonesia", barong asal Bali dipilih sebagai tema desain.

Eki Puradiredja, direktur program Java Jazz Festival menjelaskan, bahwa tahun ini akan ada 142 musisi baik dari dalam maupun luar negeri yang tampil. Dalam tiga hari, bakal ada 187 pertunjukan musik di 16 panggung yang dibangun.

"Dengan tema 'Exploring Indonesia', kami coba melakukan perubahan akan kuratorial pemikihan artis. Kami utamakan nama-nama baru yang belum pernah tampil di Java Jazz Festival," kata Eki dalam konferensi pers yang dilakukan di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Selain memilih musisi yang belum pernah tampil di Java Jazz, panitia juga mengangkat band-band lokal yang menampilkan warna percampuran antara tradisional dengan jazz.

Dalam tiga hari, acara telah disusun sedemikian rupa. Pada Jumat, pengunjung bisa menikmati penampilan dari 3Diva yaitu Krisdayanti, Ruth Sahanaya, dan Titi DJ. Selain itu, pada 6 Maret, panggung-panggung Java Jazz akan diisi oleh musik dari Sheila on 7, Sova, Payung Teduh, dan Simak Dialog.

"Ini adalah kali pertama 3Diva dan Sheila on 7 tampil di Java Jazz," kata Eki.

Sheila On 7, ungkap Eki, akan berkolaborasi dengan Ron King Horn Section.

Pada Sabtu, penyanyi solo Afghan, Tulus, Kahitna, Mocca, Tohpati, dan Rini Wulandari bakal naik panggung menghibur pengunjug Java Jazz Festival.

"Sementara pada minggu akan ada Ruth Sahanaya, Ladies of Jazz, Sammy Simorangkir, Berry Likumahua, Dwiki Darmawan," ujar Eki.

Tahun ini akan ada pula sejumlah special project, di antaranya adalah In Memoriam of Denny Sakrie "Bangga Musik Indonesia". Program spesial ini, kata Eki adalah bentuk penghormatan kepada Denny Sakrie, pengamat musik yang selama ini selalu memberi dukungan kepada Java Jazz.

"Nanti akan tampil sejumlah musisi secara spontan yang ingin memberikan penghargaan kepada alharhum. Di antaranya Endah N Rhesa dan White Shoes and the Couple Company," papar Eki.

Ladies in Jazz juga merupakan salah satu program spesial yang akan menampilkan tiga penyanyi wanita legendaris, yaitu Ermy Kulit, Rien Djamain, dan Margie Siegers. Penampilan ketiga penyanyi ini akan didukung oleh tiga orang perancang busana lokal, yaitu Alain Gunawan, Rama Daugan, dan Sere Marini.

"Ananda Sukarlan untuk pertama kali tampil menbawakan musik nusantara dengan komposisi jaz," beber Eki.

Dua artis yang tengah naik daun, yaitu Jessie J dan Christina Perry juga akan hadir menghibur pengunjung Java Jazz. Meski keduanya bukan artis jaz, namun kehadiran mereka masuk dalam kriteria penampil di Java Jazz, yaitu mempunyai nama besar.

Keduanya, lanjut Eki, tidak akan dipaksa untuk menyuguhkan musik jaz. Jessie J dan Christina Perry diberi kebasan untuk menampilkan musik mereka.

"Kita persilakan dia tampil dengan konsepnya sendiri," pungkas Eki seperti dilansir dari laman beritasatu.