Marawis Free Style Diminati; Festival Baitul Amin Bogor

Marawis Free Style Diminati; Festival Baitul Amin Bogor

Bogor, Kabarindo- Hal ini terlihat dalam penyelenggaraan lomba `Marawis Free Style" yang diselenggarakan dalam rangka Festival Baitul Amin yang diselenggarakan di surau mereka di kawasan Parung, Bogor.

"Kami sebut free style karena peserta dibebaskan untuk mempergunakan instrumen pendukung di luar instrumen yang sudah menjadi pakem (syarat) dalam seni marawis," kata wakil pengurus Surau Baitul Amin, Rahman I Moenggah di Bogor, Sabtu malam seperti dilansir dari laman AntaraNews.

Rahman mengatakan, lomba free style marawis ini sudah ketiga kalinya diselenggarakan serta pesertanya semakin bertambah serta variasi yang dibawakan juga semakin beragam.

Sebenarnya kelompok musik bernafaskan Islam Debu dan Ligro seringkali membawakan lirik dengan irama marawis sehingga dalam festival ini mereka sengaja kami undang sebagai juri dalam lomba marawis `free style`, jelas dia.

Hadir juga sebagai juri vocalist kelompok musik J Rock Iman Taufik yang turut juga memberikan sumbang saran kepada peserta `free style` marawis untuk memberikan sentuhan musik yang lebih dinamis.

Iman yang juga jemaah Baitul Amin tidak dapat menyembunyikan kekaguman terhadap inovasi yang disampaikan peserta dalam membawakan lagu-lagu marawis.

"Saya tidak menyangka ternyata banyak potensi yang sebenarnya dapat dikembangkan dari para peserta lomba, mereka mampu menciptakan inovasi yang membuat saya kagum," ujar Iman.

Panitia lomba, Fajrul Hidayat mengatakan, peserta diwajibkan membawa dua lagu, yakni lagu wajib pilihan, Tombo ati, Insyaallah, atau Tobat maksiat, serta lagu bebas.

Tahap final lomba diikuti sembilan finalis dari 16 peserta yang berasal dari Jabodetabek, seluruhnya dapat disaksikan di Youtube, seperti pemenang tahun lalu diunggah lebih dari 200.000 pengunjung, jelasnya.

Free Style Marawis merupakan komposisi musik perkusi dengan lirik berisi pesan kebaikan yang disampaikan secara baik dan komunikatif menggunakan marwas (gendang tepuk), hajir, dumbek, tamborin, dan simbal sebagai allat musik wajib, sedangkan tambahan bisa menggunakan drum set, gitar bas, dan keyboard.

Penggunaan `free style` untuk membedakan dengan Hajir Marawis yang menggunakan pakem wajib seperti lagu-lagu berbahasa serta menggunakan alat musik wajib saja, jelas Fajrul.

"Ibaratnya kalau kita mengenal wayang golek maka dikenal dengan penampilan yang lebih modern didukung teknologi terkini," ujar dia.

Bahkan pada pertunjukan musik Sabtu malam Ligro berkolaborasi dengan sejumlah group marawis membawakan sejumlah lagu bernafaskan Islam.