Mantar Jadi Desa Budaya; Sumbawa Barat

Mantar Jadi Desa Budaya; Sumbawa Barat

Mataram, Kabarindo- Setelah peresmian ini kita langsung melakukan penataan sehingga menjadi Desa Budaya yang layak dikunjungi.

Hal itu dipapar oleh Zulkifli Muhadly, Bupati Sumbawa Barat kepada wartawan seusai meresmikan Mantar sebagai Desa Budaya, akhir pekan kemarin di Desa Mantar.

Menurut dia dengan dijadikan sebagai Desa Budaya, diharapkan kehidupan masyarakat Mantar yang berada terpencil di puncak gunung itu bisa berkembang dengan baik dan menjadi salah satu objek wisata yang menarik.

Berbarengan dengan itu akan dibangun infrastruktur jalan aspal dari yang kondisi selama ini hanya bisa dilalui sepedamotor dan mobil dengan penggerak 4x4 sejauh 6,4Km dari Desa Taper Kecamatan Seteluk.

Mantar yang pernah dijadikan lokasi pengambilan gambar film Serdadu Kumbang selama satu bulan, itu memiliki sejumlah keunikan yang menarik untuk untuk kunjungi.

Di sana dengan jumlah penduduk 280 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1300 jiwa terdapat 7 warga di antaranya yang albino yakni, tidak memiliki warna kulit dan rambut (pigmen).

"Anehnya jumlah mereka tetap 7 dari dulu, setiap meninggal satu maka akan muncul satu lagi begitu seterusnya," kata Mustafa HZ Kepala Desa Mantar yang dibenarkan oleh Amiruddin, Camat Poto Tano kepada wartawan di Desa Mantar.

Menurut penuturan Mustafa, mereka berasal keturunan Portugis, Jerman, Arab, Singapura, dan Thailand yang terdampar di Desa Tua Nanga (desa tetangga dekat laut) sekitar abad 1814 akibat perahu yang mereka tumpangi pecah dihantam gelombang.