Malindo Air; Siap Ekspansi Ee Empat Negara

Malindo Air; Siap Ekspansi Ee Empat Negara

Jakarta, Kabarindo- Malindo Air, maskapai penerbangan yang merupakan joint venture antara National Aerospace and Defence Industries (51 % saham Malaysia) dan Lion Air Indonesia (49% saham Indonesia), mulai 2014 akan ekspansi ke empat negara. Yakni Indonesia, India, Tiongkok dan Bangladesh.

Untuk itu, Malindo Air akan menambah empat unit armada Boeing 737- 900 ER. Sehingga, jumlahnya menjadi 10 unit Boeing senilai US$ 800 juta.

“Sekarang baru ada enam Boeing 737 – 900 ER, dan tiga unit ATR 72-300,” kata Chief Executive Officer (CEO) Malindo Air, Chandran Rama Muthy, kepada wartawan di Putrajaya, Malaysia, Senin (23/9) malam.

Malindo Air memilih empat negara tersebut, karena banyak orang datang Malaysia. Demikian juga orang Malaysia banyak mendatangi empat negara itu.

Penambahan armada diharapkan mendongkrak jumlah penumpang maskapai jadi dua jutaan penumpang dari 1,5 juta orang penumpang target  2013.

 Chandran mengatakan, saat ini jumlah penumpang yang diangkut sekitar 600.000 orang dari target 1,5 juta sepanjang 2013. Masih ada empat bulan hingga akhir tahun untuk mengejar target tersebut.

"Kami optimistis target itu bisa tercapai karena akan ada tambahan rute baru Kuala Lumpur-Denpasar dan satu pesawat baru," kata Chandran yang didampingi Direktur Umum Lion Air Group, Edward Sirait.

Hingga saat ini, Malindo Air telah memiliki sepuluh destinasi domestik di Malaysia. Terdiri atas enam destinasi di wilayah Semenanjung Malaysia dan empat di wilayah Sabah-Serawak.

“Penerbangan domestik ini kita berusaha menghubungkan antara bagian Barat dan Timur Malaysia yang selama ini kurang terlayani dalam lalu lintas udara,” kata Chandran.

Selain itu terdapat empat destinasi ke luar negeri seperti Bangladesh dan Indonesia masing-masing dua rute. Destinasi-destinasi tersebut dilayani dengan sembilan pesawat.

Edward Sirait mengatakan akan sepuluh armada untuk Malindo Air pada tahun depan. Adapun total investasi pengadaan pesawat tersebut ditaksir mencapai US$ 800 juta dengan asumsi satu pesawat senilai US$ 80.000.000.

"Pendanaannya nanti tergantung kondisi keuangan perusahaan dan ekonomi. Kalau bunganya murah, bisa kami beli. Jika tidak, kami akan beli melalui sewa," jelas dia.



Menurut Edward, dalam 10 tahun Malindo Air berencana memiliki armada sebanyak 100 pesawat. Pencapaian itu dinilai bisa cepat terealisasi apabila kondisi ekonomi baik dengan didukung penambahan destinasi dan rute yang dilakukan Malindo Air.


Pihaknya juga berencana mulai 2014 akan ada penerbangan langsung dari Indonesia ke India. Pengiriman kargo ke negara itu juga akan dilakukan karena ada potensi pengiriman tekstil dan kopi.

Pada Senin (23/9), Malindo Air baru saja memulai penerbangan Kuala Lumpur-Jakarta dan sebaliknya dengan jumlah penumpang full yakni 180 kursi kelas ekonomi dan 12 kursi untuk kelas bisnis. Penerbangan ke Indonesia ini akan segera disusul dengan penerbangan Jakarta-Denpasar mulai Kamis (26/9). Dua rute tersebut akan sebanyak tujuh kali dalam seminggu.

Setelah fokus di empat negara tersebut, Malindo akan gencar berekspansi di Negeri Tirai Bambu pada semester II-2014. Terdapat lima rute yang tengah disiapkan di negeri tersebut,. Antara lain Guangzhou dan Shenzen.

"Kami lihat potensinya bagus dengan pangsa pasar penumpang pesawat mencapai satu miliar orang," tutur Chandran seperti dilansir dari laman beritasatu.

Erward mengatakan, dengan mulai bertumbuhnya Malindo Air, maka Lion Air Group bersama Malindo Air makin percaya diri menghadapi kebijakan Open Sky untuk negara-negara ASEAN nanti. “Kita optimistis kita meraih sukses dalam kebijakan seperti itu,” tegas Edward.