Makanan Olahan Indonesia; Raih Country of Honor

Makanan Olahan Indonesia; Raih Country of Honor

Jakarta, Kabarindo- Seperti tak kenal lelah, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan terus merebut perhatian konsumen luar negeri.

Kali ini, dengan produk bernilai tambah tinggi, Ditjen PEN mampu menempatkan produk makanan olahan Indonesia meraih kehormatan di Kanada.

Produk rempah-rempah, jamu, kecap, kopi, dan teh nusantara akan ditempatkan menjadi tamu istimewa sebagai “Country of Honor” pada partisipasi ketiga kalinya dalam pameran Salon International de l'Alimentation (SIAL), pada 28-30 April 2015 mendatang di Toronto, Kanada.

“Indonesia akan menjadi pusat perhatian. Melalui promosi berkelanjutan dan masif, pasar Kanada, khususnya, akan lebih mengenal cita rasa makanan olahan nusantara,” jelas Dirjen PEN Nus Nuzulia Ishak di Jakarta, (22/4).
Ditjen PEN juga berhasil menggondol penghargaan SIAL Innovation Award 2015. Tahun ini, produk kopi hijau robusta Sumatera bertajuk “Exotico” yang diproduksi oleh PT. AIM Food Manufacturing Indonesia berhasil menyingkirkan 24 produk inovatif lainnya dan terpilih menjadi sepuluh besar penerima penghargaan SIAL Innovation Award. Produk ini dianggap menjadi produk paling inovatif dari segi kualitas bahan dan desain produk yang menggambarkan tren makanan kawasan Amerika Utara.

Pemenang berkesempatan mempromosikan produknya dengan skala Kanada dan global, berhak untuk menggunakan logo SIAL Innovation untuk mempromosikan produk, serta menampilkan produknya pada pameran yang diselenggarakan SIAL Group di Prancis, RRT, Timur Tengah, Brasil, dan Filipina. Penyelenggara juga akan melakukan kegiatan business-to-business meeting dengan mendatangkan buyer makanan dan minuman terkemuka dari Amerika Serikat.

Pertumbuhan Positif
Perdagangan Indonesia ke Kanada sangat positif. Pada 2014, nilai ekspor makanan Indonesia ke Kanada berjumlah USD 18,35 juta dengan pertumbuhan positif 12,46% selama lima tahun terakhir. “Pertumbuhan ini dipicu oleh peningkatan ekspor signifikan lima produk, antara lain food preparations (612%), rumput laut (147%), gula (126,9%), sirup (121,8%), dan kacang mete (50,8%),” ujar Nus.

Kemendag, Perwakilan RI di Kanada, dan Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) dan industri makanan dan minuman pada Paviliun Indonesia. Paviliun ini menempati pusat area pameran dan lahan terluas sebesar 315 m2 dengan konsep “Taste Remarkable Indonesia”.

Indonesia menampilkan ragam makanan olahan terbaik dari 28 perusahaan makanan dan minuman seperti kopi, teh, jamu, tepung gluten-free, kacang, rempah-rempah, olahan dari lidah buaya, biskuit, cokelat, kecap, herbs, dan coconut sugar. Partisipasi pada 2013, Indonesia meraup transaksi senilai USD 4,5 juta dengan membawa 12 perusahaan. Sementara pada 2014 , Indonesia meraup transaksi senilai USD USD 3,7 juta dengan membawa 13 perusahaan.

Untuk memaksimalkan partisipasi Indonesia di SIAL Kanada, Ditjen PEN bekerjasama dengan kantor fasilitasi perdagangan (Trade Facilitation Office/TFO) Kanada. Ditjen PEN akan mengajak peserta mengunjungi retailer terkemuka Kanada (Loblaws, Longos, Highland Farms, Sunny Foodmart) pada kegiatan Market Familiarization Tour, business-to-business meeting, dan seminar “Processed Food Market in Canada." Pada seminar ini, akan dihadirkan para ahli pelaku industri makanan di Kanada serta Badan Pemeriksa Makanan Kanada (Canadian Food Inspection Agency/CFIA).

“Melalui partisipasi ini, para pelaku usaha diharapkan dapat bersaing dengan lebih dari 45 negara peserta lainnya untuk melihat, mempelajari secara langsung, dan meraih jejaring yang lebih luas dengan mitra dagang potensial di pasar Kanada, sehingga transaksi tahun ini dapat meningkat tajam,” tandas Nus.