Makanan Indonesia; Ramaikan Fine Food Australia 2015

Makanan Indonesia; Ramaikan Fine Food Australia 2015

Jakarta, Kabarindo- Semerbak aroma nasi goreng tiba-tiba membuat para pengunjung pameran berduyun-duyun mendatangi paviliun Indonesia.

Suguhan menu asli Indonesia ini meramaikan Pameran Fine Food Australia 2015 yang berlangsung pada 20-23 September 2015, di Sydney Showground, Sydney Olympic Park, New South Wales, Australia.

Paviliun Indonesia juga menyajikan demonstrasi memasak rendang, menu paling favorit saat ini di seantero dunia. Para pengunjung bisa mencicipi masakan sambil menyeruput nikmatnya kopi asli Nusantara. Aneka makanan dan minuman ringan juga menyemarakkan isi paviliun Indonesia seperti jahe, gula palem, mi gelas, biskuit, dan kopi. “Australia menjadi target penting ekspor produk makanan dan minuman dari Indonesia," tegas Atase Perdagangan Canberra Iman Nurimansyah.

Partisipasi Pavilliun Indonesia pada Pameran Fine Food Australia 2015 bertujuan untuk meningkatkan hubungan dagang Indonesia-Australia, meningkatkan ekspor, khususnya makanan olahan Indonesia ke Australia, serta meningkatkan business-to-business links di antara kedua negara. Peluang ekspor produk makanan dan minuman (mamin) olahan terbaik Indonesia masih terbuka lebar.

Iman menjabarkan bahwa tren impor produk mamin olahan Australia dari Indonesia selama lima tahun terakhir (2010-2014) meningkat sebesar 13,06%. Impor makanan olahan Australia dari dunia juga terus meningkat dengan pertumbuhan sebesar 8,88%. Pada tahun 2014 total impor Australia untuk produk makanan olahan dari dunia sebesar USD 9,09 miliar, sedangkan impor produk mamin olahan Australia dari Indonesia hanya 1,58% dari jumlah tersebut. Saat ini Indonesia menempati urutan ke-14 negara-negara pengekspor mamin ke Australia, di bawah Thailand, Singapura, Vietnam, dan Malaysia.

Kendati demikian, Indonesia harus siap menghadapi tantangan sebelum menguasai pasar mamin di Australia. "Indonesia harus mampu memenuhi standardisasi produk mamin olahan di pasar Australia. Jika hal ini dapat kita lakukan, maka ekspor produk mamin olahan Indonesia dapat terus meningkat," jelas Irman.

Transaksi Rp 3 Miliar

Kerja sama antara KBRI Canberra, ITPC Sydney, dan KJRI Sydney pada Pameran Fine Food Australia 2015 membuahkan estimasi transaksi sebesar AUD 328 ribu, atau lebih dari Rp 3 miliar. Diharapkan angka ini dapat bertambah dengan terjadinya repeat order tiap bulannya menjadi Rp 36 miliar per tahun.

Sebanyak 4 perusahaan hadir di Paviliun Indonesia, yaitu 2 eksportir produk makanan dan minuman olahan dari Indonesia (PT Mayora Indah, CV Intrafood) dan 2 importir produk makanan dan minuman olahan Indonesia di Australia (Eastern Cross Trading dan Saman Estate Coffee).

Sejumlah produk yang dipromosikan antara lain Mie Gelas, Kopiko, Biskuit, Bamboe bumbu masak, Saos Sambal, Kara santan kelapa, Singabera ginger drink, gula palem, dan specialty coffee Indonesia.

Pameran kali ini diikuti oleh lebih dari 30 negara, antara lain Amerika Serikat, RRT, Kanada, Meksiko, Italia, Austria, India, Pakistan, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan. Paviliun Indonesia dikunjungi oleh para pengunjung dari Selandia Baru, Jepang, Singapura, dan Polandia.

Pameran Fine Food Australia merupakan pameran food and hospitality industry berskala internasional yang dilaksanakan secara bergantian setiap tahunnya di kota Sydney dan Melbourne. Tahun depan, Pameran Fine Food Australia akan digelar di Melbourne, Victoria. Selama pameran berlangsung kami juga mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI) 2015 yang akan digelar Oktober mendatang. "Sejumlah pengusaha Australia bakal menggali potensi di arena TEI 2015," pungkas Iman.