Mahasiswa UB; Pakai Protein Sarang Telur Laba-Laba

Mahasiswa UB; Pakai Protein Sarang Telur Laba-Laba

Malang, Kabarindo- Lima orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.

Mereka menciptakan plester alami dengan cara mengubah Spider Silk Protein (SSP) atau sarang telur laba-laba dari famili Satisidae menjadi Plessure dengan teknis tertentu.

Menurut salah seorang mahasiswa anggota tim peneliti, Awangga Smaradhana, Minggu (27/7), di dalam sarang telur juga terdapat kandungan antibiotik. Kandungan antibiotik tersebut begitu bersentuhan dengan luka terbuka, darah segar yang keluar dari luka langsung terserap oleh benang-benang spidorin yang terdapat di sarang telur laba-laba.

"Di setiap 0,5 gram sarang telur laba-laba terdapat 100.000-300.000 kda protein fibinoin serta terdapat kandungan asam amino esentsial berupa alanin dan glisin," ujarnya.

Selama ini, katanya, sarang telur laba-laba dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, padahal di balik itu semua sarang telur laba-laba menyimpan berjuta manfaat yang jarang diketahui. Kandungan protein fibroin atau fibrinoin yang tinggi membuat sarang telur laba-laba mampu membantu pemercepat penghentian darah serta penyembuhan pada luka terbuka.

Mahasiswa lainnya yang juga anggota tim, Risza Pahlevi Putri Santoso, mengatakan sarang telur laba-laba didapat dari hasil pengembangbiakan laba-laba selama sekitar dua bulan sebelum sarang telur laba-laba dipanen.

"Setelah itu kami sortir untuk dibuat sediaan berukuran 2 x 1 cm, kemudian direkatkan pada double hipafik, sehingga terbentuklah plester luka yang multifungsi. Sediaan yang telah siap itu baru dikemas dalam bentuk bijian agar tampilannya lebih menarik dan praktis bila hendak digunakan", ujarnya.

Menurut dia, keistimewaan plester tersebut, lebih efektif dibandingkan dengan plester konvensional, sebab luka yang ditutup dengan plester konvensional buatan pabrik akan menghambat koagulasi karena kerapatan pada plester konvensional membuat luka sulit mengering, apalagi jika terkena air.

Selain itu, pembuatannya juga dari bahan alami, sehingga tidak menimbulkan iritasi atau alergi kulit. "Penggunaan double hipafik juga membuat plester cepat kering apabila terkena air, bahannya yang ringan serta pori-pori yang terdapat pada hipafik cukup renggang dan elastis membuat Plessure lebih nyaman kalau digunakan," jelas Risza.

Ia mengakui tidak banyak yang mengetahui bahwa sarang telur laba-laba atau SSP dapat digunakan untuk mengobati luka. "Oleh karena itu, kami mencoba melakukan penelitian dan ternyata sarang telur laba-laba memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai bahan baku plester yang alami," katanya.

Selain Awangga Smaradhahana dan Risza Pahlevi Putri Santoso, mahasiswa yang terlibat dalam penelitian yang dilakukan kelompok Program Kreatifitas Mahasiswa kelompok Karya Cipta tersebut adalah Nevi Diyah Santika, Ria Dina Islamy, dan Nirakatriena Pravitaswari seperti dilansir dari laman beritasatu.