MNCTV; Putar Drama Seri Walisanga

MNCTV; Putar Drama Seri Walisanga

Surabaya, Kabarindo- MNCTV memutar drama seri berjudul ”Walisanga” setiap hari pukul 03.00-04.00 WIB.

Drama ini mengisahkan keteladanan sembilan wali dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah air yang dikemas apik. Keseluruhan cerita disajikan berkesinambungan dengan segala konflik syiar yang kuat sehingga mampu menjadi edukasi.

“Tayangan ini penuh pesan moral dan nilai-nilai kehidupan,” ujar Suska Dianingka dari MNCTV pada Sabtu (5/7/2014).

Walisanga disutradarai oleh Yoyok Dumprik dengan menampilkan artis-artis kenamaan di antaranya David Chalik, Dea Ananda, Limbad, Tabah Penemuan, Panca Prakoso dan Lulu Kurnia.

Walisongo atau Walisanga berperan besar dalam pengembangan Islam di Indonesia. Wali berasal dari Bahasa Arab, Waliyullah, yang memiliki arti “orang yang mencintai Allah dan dicintai Allah”. Sedangkan ‘songo’ berasal dari Bahasa Jawa yang artinya sembilan. Jadi Walisongo merujuk kepada wali sembilan yaitu 9 orang yang mencintai dan dicintai Allah.
Sembilan tokoh ini dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14 yang tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Jawa yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah dan Cirebon di Jawa Barat.

Mereka adalah Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel atau Raden Rahmat, Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim, Sunan Drajat atau Raden Qasim, Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq, Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin, Sunan Kalijaga atau Raden Said, Sunan Muria atau Raden Umar Said dan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.
Drama seri ini diawali dengan kisah Sunan Kalijaga yang berasal dari suku Jawa. Sebagai muballigh, ia berkeliling dari satu daerah ke daerah lain. Karena dakwahnya yang intelek, mulai masyarakat awam, cendikiawan hingga bangsawan bersimpati kepadanya. Cerita berlanjut pada wali Allah lainnya maupun para sahabat setia yang menghadapi berbagai ujian dan kejadian dalam menegakkan dien Allah.

Setiap episode menampilkan para karomah sang Wali, cara berdakwah, ujian yang dihadapi dan konflik-konflik kuat selama sembilan wali bersyiar. Semuanya menjadi kisah yang mengalir dan berhubungan satu sama lain.