Lumpur Sidoarjo; Bisa Diubah Jadi Batu Bata

Lumpur Sidoarjo; Bisa Diubah Jadi Batu Bata

Jakarta, Kabarindo- Bencana lumpur Sidoarjo tahun 2006 telah membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Sampai hari ini, limbah lumpur tersebut masih terus menumpuk. Masyarakat Sidoarjo juga masih tinggal di perkampungan pengungsi yang kurang layak dan terus membutuhkan bantuan untuk memperbaiki hidup.

Dr. Ir. Vincentius Totok Noerwasito, seorang arsitek dan juga peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh November rupanya tergerak untuk melakukan penelitian soal lumpur tersebut. Ia coba melihat manfaat apa yang bisa diambil dari material yang ada.

Selama tiga tahun melakukan penelitian, Totok menemukan limbah lumpur Sidoarjo dapat diolah jadi batu bata untuk bahan bangunan.

"Meskipun berasal dari limbah bencana, tapi batu bata ini sangat aman digunakan untuk membangun rumah atau bangunan lainnya karena telah dicampur dengan materi lainnya seperti semen dan kapur. Proses pembuatannya juga lebih ramah lingkungan karena dibuat tanpa proses pembakaran, tidak merusak hutan dan lingkungan sekitar," kata Vincentius Totok Noerwasito saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10).

Setelah temuan ini, Totok dan relawan mulai aktif melakukan pelatihan ketrampilan membuat batu bata pada masyarakat korban bencana. Hari ini, kampanye "House of Mud" yang digagasnya juga resmi diluncurkan. Tujuannya agar korban lumpur Sidoarjo bisa hidup lebih mandiri dengan mengambil manfaat dari limbah di sekitar mereka.

"Melalui kampanye ini, kami berusaha melihat sesuatu dari sisi yang lain. Banyak sekali kerusakan akibat semburan lumpur yang seharusnya dapat direnovasi atau dibangun kembali dengan menggunakan bahan batu bata ini," terang dia.

Di samping itu, Totok juga berharap agar masyarakat korban bencana dapat melihat sisi lain yang lebih positif dari musibah ini. "Lewat keterampilan tambahan dari pelatihan yang diberikan, diharapkan mereka dapat membuat sebuah usaha batu bata sendiri dan mensejahterakan diri mereka sendiri,"
pungkasnya.

Untuk menjalankan kampanye ini, "House of Mud" juga menghimpun dana dari masyarakat untuk kelanjutan kegiatan relawan dalam melakukan sosialisasi dan membangun fasilitas umum yang rusak di desa bencana dengan menggunakan bahan batu bata lumpur Sidoarjo.

"Uang yang terkumpul akan digunakan untuk keperluan pelatihan ketrampilan pembuatan batu bata dan membangun sebuah balai desa di Desa Dayurejo. Tempat itu nantinya akan dijadikan rumah percontohan agar masyarakat di Sidoarjo bisa ikut memanfaatkan limbah lumpur sebagai bahan bangunan,"
ungkap Totok.

Dalam kampanye ini, House of Mud bekerjasama dengan "Wujudkan", sebuah situs penggalangan dana pertama di Indonesia. Jadi masyarakat bisa langsung menyalurkan donasinya dan mendukung kegiatan ini dengan masuk ke situs www.wujudkan.com.

Artis Masayu Anastasia dan Lembu menjadi dua orang pertama yang memberikan donasi untuk kampanye ini melalui "Wujudkan" sebesar masing-masing Rp 1 juta."Saya tergerak untuk berpartisipasi karena kampanye ini
tujuannya untuk memandirikan korban bencana dengan memberikan ketrampilan dan secara swadaya membangun kembali fasilitas umum di desa mereka," ujar Lembu seperti dilansir dari laman beritasatu.