Lukman Sardi Jadi Sineas; Ia Juga Adalah Ikon Laki-Laki Peduli

Lukman Sardi Jadi Sineas; Ia Juga Adalah Ikon Laki-Laki Peduli

Jakarta, Kabarindo- Kalau tidak ada aral, film pertama Lukman Sardi, sosok aktor berkarakter akan rilis berjudul DiBalik 98.

"Tidak ada hal yang ruwet dan tidak politis untuk memancing kontroversi karena peristiwa sejarah yang melatarbelakangi memang sangat penting untuk dikuak bagaimana keluarga menjadi pondasi terkuat untuk move on. Apalagi dalam film tersebut ada tautan kisah cinta yang romantis yang patut disimak," paparnya lugas dari jawaban voice via WA kepada redaksi beberapa waktu lalu.

Sementara itu Brand ambasador laki-laki peduli itu menegaskan bahwa peran orang tua (suami-istri) saat ini telah mengalami perubahan, namun semestinya kecintaan pada keluarga harus terus dipupuk sampai kapan pun.

Dia mengaku, sesibuk syuting seperti apa pun tetap harus dapat meluangkan waktu untuk mengurus anak, istri dan keluarga serta selalu berkomunikasi dengan mereka.

Ia pun mengajak para bapak atau ayah untuk terlibat mengasuh anak, mendidik anak, dan menjalin hubungan dengan istri tanpa kekerasan.

Begitupula dalam memutuskan peran dalam film yang akan dibintanginya, Lukman mengaku selalu mengkomunikasikan dan mendiskusikannya dengan istrinya, Pricillia Pullunggono.

"Pada akhirnya memang saya yang tetap memutuskan main atau tidak dalam film tersebut, tapi pertimbangan istri akan menentukan keputusan tersebut melalui diskusi, bahkan perdebatan dan beradu argumentasi," ujarnya.

Lukman menyebutkan tiga alasan memilih film yang akan dibintanginya, yaitu dia senang dengan ceritanya, suka dengan karakter dalam fim tersebut, dan harus mendiskusikan lebih dulu dengan istrinya.

Ada saatnya, kata dia, istrinya tidak setuju dengan tawaran main dalam film itu, setelah melalui diskusi dan perdebatan yang alot.

Kalau sudah begitu, menurut Lukman, "Udah, kalau ribet tidak usah diambil film itu."

Anak dari seniman biola terkenal Idris Sardi ini menegaskan bahwa dia tidak mau main dalam film dengan menyimpan suatu hal yang masih mengganjal atau tertahan, sehingga membuat aktingnya menjadi kurang maksimal. "Jadinya ya jelek," ujarnya seraya menyatakan bahwa bermain dalam film layar lebar tidaklah bisa membohongi kondisi yang dialami oleh pemain film bersangkutan.

"Main di film layar lebar itu tidak bisa bohong dengan kondisi yang sedang kita alami, semua akan kelihatan dari akting kita saat itu," katanya lagi seperti dilansir dari laman antaranews.

Berkenaan dengan film barunya itu ia beruntung dapat belajar banyak dengan banyak hal yang baru dan mereka tidak melakukan hal-hal yang diskriminatif karena Lukman mengakui dirinya baru pertama kalinya menjadi sineas jadi pasti masih banyak hal yang harus ia benahi.