Lovely Man Mencuri Perhatian Dunia; Donny Damara Jadi Aktor Terbaik

Lovely Man Mencuri Perhatian Dunia; Donny Damara Jadi Aktor Terbaik

Jakarta, Kabarindo- Beberapa malam yang lalu saat Jakarta diguyur hujan deras.

Pihak produser mempertontonkan film berjudul Lovely Man dimana aktor Donny Damara berhasil mengharumkan nama bangsa di Asian Film Awards ke-6 tahun 2012.

Ia berhasil meraih penghargaan sebagai aktor terbaik dalam film 'Lovely Man'.
Di ajang film itu, Donny bersaing dengan Chen Kun aktor asal Hong Kong dengan filmnya 'The Flying Swords of Dragon Gate',  ada lagi Andy Lau dalam film 'A Simple Life', Park Haei Il aktor Korea Selatan dalam film 'War of the Arrows', dan Yakusho Koji aktor Jepang dalam film 'Chronicle of My Mother'.

Dari beberapa keterangannya di media online, aktor kawakan Donny Damara mengaku perannya dalam film Lovely Man terbilang berat. Hal itu bukan tanpa sebab. Film drama yang itu bercerita tentang kisah hidup seorang transgender.

"Jujur, berat banget. Karena dalam diri seorang waria ada dua pribadi berbeda yang selalu muncul tanpa disadari. Itulah yang harus saya gali," ujar Donny seperti dilansir dari laman MIcom.

Aktor kelahiran 12 Oktober 1966 tersebut menuturkan bahwa ia juga kesulitan dengan atribut seperti baju super ketat. Dia bahkan harus berlatih menggunakan high heels selama beberapa hari sebelum proses syuting dilangsungkan.

"Saya agak kesulitan dengan high heels. Makanya, beberapa hari sebelum dan selama proses syuting saya terus belajar agar terbiasa. Supaya tidak kaku di depan kamera," lanjutnya.

Pria yang juga sukses meraih kemenangan di ajang penghargaan bergengsi sebagai Best Actor pada Asian Film Awards 2012 di Hong Kong itu menuturkan bahwa film Lovely Man membuatnya banyak merenung dan belajar.

Baginya cerita di film ini begitu menyentuh.  Donny mengaku bahwa peran sebagai transgender telah membuka matanya tentang makna hidup yang sebenarnya. Tentang konsep berbagi dan menghargai sesama manusia.

“Dari situ saya banyak belajar. Bagaimana sulitnya kehidupan transgender yang kerap dimarjinalkan. Mereka adalah sosok-sokok yang sebenarnya brillian dan kreatif, meski mereka sering diangap remeh, bahkan diangggap sebagai sampah masyarakat. Mereka adalah pribadi yang hebat,” pungkas Donny.