Likumahuwa Cs; Disesaki Penonton JJF 2015

Likumahuwa Cs; Disesaki Penonton JJF 2015

B2 Hall, JIEXpo PRJ, Kemayoran, Jakarta, Kabarindo- Buah tak jauh jatuh dari pohonnya dan tentu saja ini sering menjadi kalimat pembuka menggambarkan Barry dan sang ayah Benny Likumahuwa yang sudah 68 tahun.

Mereka berdua hadir lagi di perhelatan akbar hari terakhir Java Jazz Festival 2015 di B2 Garuda Indonesia yang disesaki oleh para pengunjung.

Tidak hanya mereka berdua karena keybordist Stanley, bersama musisi lainnya Sebastian, Goergery, Indra Aziz, Dimas Pradipta mendampingi cabikan bass dari Barry Likumahuwa dan tiupan terompet dari Benny.

Ada komposisi menarik yang dicpitakan untuk mengenang
Jack and Bubi Chen, senior musisi jazz tanah air serta varian komposisi lainnya. "Saya terus terang baru pertama kali melihat sang ayah ngejam dengan Barry mas, wuih sangat menggembirakan karena cabikan bass dari Barry mampu diimbangi oleh tiupan terompet dari sang ayah, saya sangat menikmati," papar Sinta dari Bandung bersama keluarganya yang kebetulan menginap tidak jauh dari PRJ Kemayoran sehingga tidak perlu bermacet-macet ria dan ini ia akui sebagai tontonan bersama keluarga yang suka jazz di tahun ketiga.

Tidak hanya Barry dan sang ayah Benny, tapi panggung utama, Queen of Jazz, Uthe begitu Ruth Sahanaya disapa juga disesaki oleh pengunjung JJF yang sepertinya capai target sampai 130 ribuan sampai hari terakhir ini.

"Saya ingin melihat Jessie J, tapi jelas musisi jazz seperti Ruth Sahanaya dan Benny Likumahua tetap saja menarik, apalagi baru saja saya menikmati musisi Indra Aziz kembali beraksi," jelas Sinta kemudian.

Tak mengherankan memang, perhelatan JJF 2015 masih tetap menang crowd dan tentu saja semua musisi sangat berbahagia berada di atas panggung karena sambutan dari penonton yang sangat antusias menikmati tiap lirik sambil menyanyikannya bersama-sama.


Enjoy it.......still jazz for all...............!