Lembaga Perlindungan Anak Provinsi; Siap Gelar Forum Nasional Luar Biasa

Lembaga Perlindungan Anak Provinsi; Siap Gelar Forum Nasional Luar Biasa

Salemba, Jakarta, Kabarindo- Masa jabatan Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia periode 2010-2014 telah berakhir.

Namun seiring perjalanan waktu untuk melaksanakan  pemilihan pimpinan yang baru, Komnas Perlindungan Anak Indonesia dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang muncul, mulai dari upaya pembentukan dewan komisioner hingga permasalahan koordinasi dan komunikasi yang terbatas.

"Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait semenjak 27 Februari 2016 sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua, dan kami telah mencabut mandat kami yang telah disampaikan beberapa waktu lalu dalam rapat di Batu, Malang. Kami akan  melakukan evaluasi serta memperbaiki kinerja kepengurusan yang ada di Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia saat ini," kata Rudi Baihaki, Ketua LPA Daerah Sumatera Selatan saat menggelar konferensi pers di salah satu rumah makan di Salemba, Jakarta, akhir pekan ini.

Lanjut Rudi, saya sebagai salah satu perwakilan dari 15 LPA Provinsi sangat prihatin terhadap kondisi dan situasi yang terjadi saat ini, dan kurang kooperatifnya dari Ketua Komnas P.A, Aris Merdeka Sirait dalam berkoordinasi dengan para perwakilan LPA di daerah, sehingga kami sangat perlu untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan ini lewat forum organisasi, jelasnya.

Untuk itu dalam upaya mengisi kekosongan dan menyelesaikan permasalahan di tubuh Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA) tersebut, kami yang hadir dalam konferensi pers ini, diantaranya dari LPA Provinsi Riau, Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan NTT, mewakili teman-teman kami dari 15 LPA bersepakat  untuk menggelar Forum Nasional Luar Biasa (Fornaslub) yang akan kami laksanakan secepatnya dalam waktu dekat ini, ungkapnya.

Mengingat akan dilaksanakannya Fornaslub ini, dan untuk mengantisipasi sementara kekosongan jabatan, kami dari 15 LPA Provinsi masing-masing, melalui forum rapat yang sebelumnya dilaksanakan di Bekasi tanggal 27 Februari 2016 telah menunjuk Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Kak Seto sebagai Ketua Komnas PA Sementara, ujar Rudi.

Dalam kesempatan itu, Kak Seto yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan, bahwa upaya untuk menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki kepengurusan Komnas Perlindungan Anak adalah inisiasi dari temen-temen LPA di daerah.

"Ini adalah gawe (kerjaan) dari temen-temen Lembaga Perlindungan Anak yang ada di setiap Provinsi," kata kak Seto dalam keterangan persnya kepada  rekan-rekan media.

Kak Seto juga menjelaskan, permasalahan yang ada saat ini, sebelumnya saya sudah berusaha berbicara dengan abang Aris Merdeka Sirait, namun beliau tidak menanggapi terkait aspirasi dari temen-temen LPA Provinsi, sehingga teman-teman menindaklanjuti kondisi tersebut dengan mempersiapkan upaya penyelesaian permasalahan ini, melalui Forum Nasional Luar Biasa. Karena hanya melalui forum tersebut, permasalahan yang terjadi di Komnas P.A dapat diselesaikan dan mengingat bahwasanya forum nasional luar biasa itu adalah kekuasaan tertinggi untuk menentukan sikap, jelasnya terang.

"Kita semua bekerjasama, dan menjalin kekompakan serta persaudaraan untuk  dapat menyelesaikan permasalahan ini, dan kita juga sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak, dan akhirnyanya sepakat untuk ditempuh melalui jalan formal, Fornaslub. Di satu sisi saya mengganggap dengan jalan kekeluargaan dan musyawarah mufakat kita dapat hasil yang baik. Ingat kita ini, tugas LPA adalah melayani masyarakat," pungkasnya.

Diharapkan nantinya dalam forum nasional luar biasa, bisa tercapai hasil yang baik, dan tidak ada permasalahan dan hambatan yang berarti, tutupnya.