Lautan Indonesia; Siap Diperkuat Enam Kapal Patroli Modern

Lautan Indonesia; Siap Diperkuat Enam Kapal Patroli Modern

Jakarta, Kabarindo- Perairan laut Indonesia akan diperkuat enam kapal laut patroli yang dilengkapi fasilitas informasi dan komunikasi modern yang terintegrasi ke dalam radar Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) dari Aceh sampai Merauke.

Saat ini, Bakorkamla sudah mengoperasikan dua dari enam kapal laut tersebut. Seluruh kapal patroli akan disebar di tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Masing-masing yakni ALKI 1 dengan jalur barat Selat Malaka-Selat Sunda, ALKI 2, Selat Sulawesi, Laut Jawa, Selat Lombok, dan ALKI 3 yang menjangkau jalur Laut Ternate, NTT dan sekitarnya.

"Target seluruhnya enam kapal. Setiap ALKI akan diisi dua kapal. Diharapkan 2014 sudah selesai semua," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) Bakorkamla Laksamana Madya Bambang Suwarto, Selasa (3/9) seperti dilansir dari laman beritasatu.

Kalakhar menjelaskan, Kapal Patroli KN Bintang Laut dan KN Singa Laut mulai dibangun pada Mei 2012. Angka 4801 dan 4802 untuk menunjukkan panjang kapal yakni 48 meter, sementara 01 dan 02 menunjukkan seri jumlah kapal.

Ditargetkan, hingga 2014, Indonesia sudah diperkuat kehadiran enam kapal patroli serupa. Seluruh kehadiran kapal patroli tersebut diharapkan juga dapat memberi arti penting bagi pengamanan laut, terutama untuk mencegah aksi-aksi ilegal di perairan.

Kedua kapal yang sudah beroperasi masing-masing bernilai sekitar Rp 58 miliar ini, sesuai standar DIPA yang berlaku, menggunakan mesin berkecepatan 25 knot per jam dan mampu mengantisipasi cuaca yang terbilang ekstrim di laut.

Dengan kecepatan tersebut, KN Bintang Laut dan KN Singa Laut mampu bergerak hingga batas 200 mil laut (370 km) dari lepas pantai sehingga sangat efektif untuk pengamanan perairan laut Indonesia.

KN Bintang Laut 4801 dibuat PT Palindo Marine, Tanjung Uncang, Batam, Kepri dengan masa pengerjaan 476 hari hari kalender dan KN Singa Laut 4802 dikerjakan PT Citra Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, Kepri dengan masa pengerjaan 480 hari kalender.

Kapal patroli dilengkapi mesin penggerak masing-masing 3x1400hp (marine diesel) dan telah dilakukan uji Hidrodinamik di Laboratorium Hidrodinamik BPPT di Surabaya pada awal Februari 2013.